Senin, 16 April 2012

PANDORA: Koreksi atas istilah kotak Pandora

Pada zaman dahulu, manusia belum mengetahui cara menyalakan api. Mereka tinggal di gubuk-gubuk, gua-gua maupun lubang pohon-pohon besar. Titan Prometheus, putra Iapetos, yang pertama kali memberikan api kepada manusia. Ia mengambil api dari tungku di bengkel kerja Hephaistos dan memberikannya untuk umat manusia.
Dengan api, kini manusia dapat memanggang makanan, mempersembahkan kurban kepada para dewa dan membuat perkakas dari logam. Masyarakat saat itu sangat menyukai perkakas yang terbuat dari perunggu, sehingga generasi manusia yang hidup saat itu disebut Generasi Perunggu.

Tapi Zeus tampak tak senang dengan keadaan tersebut. Manusia Generasi Perunggu memiliki tubuh yang tinggi besar dan kuat dan setelah mereka menguasai cara membuat api, kekuatan mereka menjadi berlipat ganda dari sebelumnya. Kini hanya ada satu perbedaan antara dewa dengan manusia: manusia bisa mati sedangkan dewa hidup abadi. Bahkan penguasa para dewa dan manusia itu pun mulai merasa takut dan khawatir.

Karena merasa diperdaya Prometheus, Zeus mengambil kembali hadiah api yang telah diberikan dan menyembunyikannya di puncak tinggi Olympus. Tetapi Prometheus mencuri api tersebut dan membawanya turun kembali untuk diberikan kepada manusia. Mengetahui perbuatan Prometheus, amarah Zeus tak terkendalikan lagi. Ia menyusun rencana untuk menghukum Prometheus dan umat manusia.

Pertama-tama, ia memanggil Hephaistos untuk menciptakan wanita dari tanah liat yang parasnya secantik dewi-dewi, memberinya suara dan gerakan serta memenuhi matanya dengan pesona surgawi. Hephaistos segera memenuhi perintah ayahnya, ia mengambil tanah dan air dan menciptakan seorang wanita sesuai dengan yang digambarkan oleh ayahnya.

Setelah selesai, lalu Zeus memanggil semua dewa untuk berkumpul dan mengumumkan akan memberikan seorang wanita kepada umat manusia yang telah menghormati dewa-dewa. Ia mempersilakan para dewa dan dewi untuk memberikan hadiah kepada wanita muda tersebut.

Athena membungkus tubuh wanita itu dengan gaun-gaun indah yang lebih terang dari matahari, Aphrodite menghadiahkan pesona keindahan yang tidak mungkin ditolak, dewi-dewi Kharites menyematkan kalung emas di leher wanita itu dan dewi-dewi Horai meletakkan mahkota dari rangkaian bunga yang harum semerbak di kepalanya.

Oleh karena itu wanita ini diberi nama Pandora yang berarti "(ia) yang menerima semua hadiah". Tetapi dibalik semua keindahan itu, Zeus diam-diam menyuruh Hermes untuk mengajarinya berbicara kebohongan dan pandai berkelit lidah serta sifat licik dan ingin tahu.

Dengan diantar oleh Hermes, Pandora dipertemukan dengan Epimetheus, saudara Prometheus yang tinggal bersama manusia lainnya di Bumi. Berbeda dengan saudaranya itu, Epimetheus ini tidak hanya lamban tetapi juga berhati lemah. Prometheus telah sering memperingatkannya agar jangan pernah menerima hadiah dari Zeus, karena bisa membuat celaka. Tetapi setelah melihat kecantikan Pandora yang sangat mempesona, dalam sekejap Epimetheus lupa pesan Prometheus dan menerima Pandora untuk dijadikan istrinya.

Ketika ia teringat kembali kata-kata Prometheus, ia lebih berhati-hati mengamati tindak-tanduk Pandora karena di rumahnya terdapat sebuah guci (Pithos) yang ditutup rapat dan disegel dengan hati-hati oleh Prometheus. Karena bila guci itu dibuka, semua kejahatan akan terlepas dan berkeliaran di muka Bumi.

Dan betapa ngerinya Epimetheus, ketika ia memergoki Pandora memeriksa guci itu dengan penuh rasa ingin tahu.



"Jangan dekati guci itu, Pandora, "kata Epimetheus memperingatkan. "Prometheus telah berpesan agar jangan pernah membuka guci itu, jika sampai terbuka bencana besar akan menimpa kita semua."

"Buat apa juga aku membukanya," jawab Pandora ringan. Tetapi meski mulutnya berkata begitu, ia tak juga mampu mengalihkan matanya dari benda yang sungguh memancing rasa ingin tahunya itu.

Ia sangat penasaran apa yang ada di dalam guci itu, kenapa ditutup dan disegel sedemikian rapat. Setiap saat rasa penasaran itu mengganggunya, sampai suatu hari, ia tidak bisa lagi menahan diri. Begitu suaminya pergi meninggalkan rumah, ia mendekati guci itu.

Dengan perlahan ia membuka segel dan menggeser tutup guci... sontak Pandora menjerit penuh kengerian. Dari dalam guci itu keluar segerombolan roh-roh seram: Kejahatan, Kelaparan, Kebencian, Penyakit, Pembalasan Dendam dan roh-roh perbuatan keji lainnya. Rasa takut yang luar biasa mencekam pandora hingga ia tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat selain buru-buru menutup kembali guci itu. Tetapi dengan demikian ia justru mengurung satu-satunya roh baik yang masih tertinggal di dalam guci. Roh itu tak lain adalah... Harapan (elpis).

Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar