Minggu, 22 April 2012

Mitologi Mesir - kisah Isis dan Osiris

Karena Ra mengambil bentuk manusia sebagai Pharaoh, Ra lama-kelamaan menjadi tua dan kehilangan kebijaksanaanya. Maka semakin dekatlah saat-saat bagi Ra untuk meninggalkan bumi dan kemudian memerintah di langit serta memberi kesempatan pada dewa yang lebih muda. Namun Ra masih tetap terus berkuasa di bumi dan tak ada yang mampu merebut kekuasaannya. Itu disebabkan kekuasaan Ra terletak pada nama rahasianya dan nama tersebut tidak ada yang tahu selain Ra. Jika ada yang berhasil mengetahu nama rahasai Ra, barulah Ra benar-benar berhenti berkuasa di bumi.

Adalah dewi Isis, putri Nut dan Geb, yang berniat menghentikan kekuasaan Ra. Isis mengetahui banyak hal di langit dan di bumi, kecuali tentunya nama rahasia Ra. Maka Isis menggunakan salah satu aspeknya, yaitu kekuatan sihir. Suatu hari, Ra yang semakin tua sedang jalan-jalan di Mesir. Tiba-tiba kepala dan mulutnya gemetar sampai-sampai air ludah Ra terciprat ke tanah dan menjadikannya lumpur. Setelah Ra berlalu, Isis datang ke sana dan mengutak-atik lumpur itu bagai adonan. Isis lau membentuknya menjadi seekor ular, dan terciptalah ular kobra untuk pertama kalinya.

Isis meletakan kobra ini di jalan yang setiap hari dilalui oleh Ra. Ketika Ra lewat, kobra tersebut langsung menggigitnya lalu kabur. Sementara racun kobra itu mengalir di pembuluh darah Ra. Ra berteriak kesakitab. Teriakannya terdengar ke seluruh penjuru dunia dan para dewa pun berdatangan. Para dewa bertanya, "Apa yang menyakitkanmu?"



Ra menajwab sambil gemetar, "Wahai kalian yang aku ciptakan, tolong aku. Sesuatu telah menyakitiku, dan aku tidak tahu apa itu. Aku menciptakan segalanya kecuali makhluk yang telah menyakitiku ini. Ini rasa sakit yang belum pernah kuketahui dan rasa sakit yang lain tak ada bandingannya dengan ini. Tapi siapa yang bisa menyakitiku? Aku sedang berjalan melintasi Mesir yang aku cintai sampai tiba-tiba sesuatu menyengatku. Rasanya seperti api tapi bukan api, seperti air tapi bukan air. Aku terbakar dan seluruh tubuhku gemetar. Cepat bawakan padaku dewa yang ahli dalam pengobatan dan sihir.."

Semua dewa meratap dan menangisi hal mengerikan yang menimpa Ra. Lalu datanglah Isis pada Ra, Isis berkata, "Ada apa ayah para dewa? Apakah kau digigt ular? Apakah ciptaanmu sendiri telah melawanmu? Jangan khawatir, aku akan menghilangkan rasa sakitmu dengan sihirku."



"Aku sedang berjalan-jalan di Mesir," jawab Ra,"Lalu aku digigit oleh seekor ular yang tidak pernah aku ciptakan, sekarang rasa sakit memabakar tubuhku."

"Beritahu aku nama rahasiamu." ujar Isis dengan suara yang merayu,"Beritahu aku, ayah para dewa, dan aku akan menyembuhkanmu."

Lali Ra menyebutkan semua nama-namanya, "Aku pencipta langit dan bumi, aku pembuat pegunungan. Akulah sumber air yang mengalir di dunia. Akulah pencipta sungai besar di Mesir. Akulah cahaya dan kegelapan. Akulah yang menyalakan matahari. Aku adalah Khepera saat fajar, Ra saat siang, dan Atum saat petang."

Isis cemberut, nama-nama tersebut semua manusia juga tahu.

Isis berkata lagi, "Nama rahasiamu belum kau sebutkan. Ayolah, beritahu aku nama rahasia itu,. Jika kau beritahu, rasa sakitmu akan berakhir."

Racun dalam tubuh Ra semakin membara dan membakar bagai api. Ra menangis dan akhirnya berkata, "Biarkan nama rahasia itu berpindah dari hatiku menuju hati Isis! Namun sebelumnya, bersumpahlah padaku bahwa kau tidak akan memberitahuannya pada siapa-siapa, kecuali pada putramu, yang akan kau beri nama Horus, lalu ikat putramu dengan sumpah bahwa nama rahasia itu tidak akan lagi dipindahkan pada dewa atau manusia lain."

Isis bersumpah sesuai perintah Ra, dan dengan itu berpindahlah pengetahuan mengenai nama rahasia dari Ra pada Isis.

Isis lalu berkata,"Demi nama yang kini telah aku tahu, biarkan racun dalam tubuh Ra pergi selamanya!"



Setelah nama rahasianya berpindah, berakhir pula kekuasaan Ra di bumi. Maka Ra pergi ke langit dan memerintah di sana. Sementara bumi diambil alih oleh Isis dan suaminya Osiris.

Setelah Isis berhasil mengetahui nama rahasia Ra, suaminya Osiris menjadi penguasa Mesir dan memerintah bumi sebagaimana Ra dulu. Osiris mengajari manusia menanam dan memanen gandum dan jagung, membuat minuman anggur, membuat roti. Osiris membuat hukum sehingga manusia hidup teratur dan damai. Osiris juga mengajarkan musik dan puisi. Setelah seluruh Mesir dipenuhi kedamaian, Osiris pergi menyebarkan anugerahnya pada bangsa-bangsa lain. Selama Osiris pergi, kepemimpinan dipegang oleh Isis.

Namun saudara mereka, Seth (Set), iri pada Osiris dan ingin merebut kekuasaannya. Ketika manusia semakin mencintai Osiris, Seth semakin membencinya. Akhirnya Seth merencenakan suatu muslihat untuk menyingkirkan Osiris. Namun Isis adalah dewi yang bijaksana dan selalu waspada pada Seth sehingga Seth tidak berani bertindak selama Isis yang berkuasa.



Ketika Osiris pulang, Seth langsung menyambutnya dan berlutut di depannya. Tetapi Seth sudah punya rencana untuk Osiris. Dengan dibantu oleh tujuh puluh dua kawannya yang jahat, Seth secara diam-diam berhasil mengetahui ukuran tubuh Osiris, lalu Seth membuat sebuah peti yang sama ukurannya. Peti tersebut dibuat dari kayu-kayu terlangka, yakni kayu ceddar dari Lebanon dan eboni dari Punt. Peti itu dihias dengan gading, emas, perak, dan diukir dengan bentuk-bentuk dewa dan makhluk lainnya.

Seth lalu menggelar sebuah jamuan makan untuk Osiris, yang dihadiri oleh kawan-kawan Seth. Seth mengeluarkan petinya, dan semua yang hadir, termasuk Osiris, terpesona pada keindahan peti itu.

Seth berkata, "Aku akan memberikan peti ini pada siapapun yang ukuran tubuhnya pas dengan peti ini." Kawan-kawan Seth secara bergantian mencoba masuk ke dalam peti namun tak ada yang pas, sebagian terlalu kecil, yang lainnya terlalu besar.

"Biarkan aku mencobanya," ujar Osris, dan dia pun membaringkan dirinya di dalam peti sementara Seth dan kawan-kawannya mengelilingi peti.

"Hore, petinya pas, berarti petinya jadi milikku dong," kata Osiris bahagia



"Petinya memang untukmu dan akan menjadi milikmu selamanya," ujar Seth sebelum kemudian menutup peti itu. Kawan-kawan Seth lalu dengan cepat menggembok dan memaku peti. Sementara setiap celah ditutup dengan timah. Akhirnya Osiris pun meninggal dunia di dalam peti.

Arwah Osiris pergi ke seberang Nil menuju Duat, tempat penghakiman orang mati. Di balik Duat ada Amenti, tempat untuk arwah-arwah yang baik. Namun arwah Osiris tidak bisa melewati Duat karena jasadnya tidak dikuburkan dengan layak.

Seth dan kawan-kawan membawa peti berisi jasad Osiris dan melemparkannya ke sungai Nil. Hapi, dewa sungai Nil, membawa peti itu selama berhari-hari sebelum akhirnya melabuhkannya di kota Bylos. Peti itu nyangkut di sebuah pohon tamarisk di tepi pantai. Karena ditempati oleh tubuh dewa, pohon itu menjadi subur dan indah sehingga pohon itu pun jadi terkenal di daerah itu.

Raja Malcander mendengar tentang pohon itu dan mendatanginya. Setelah melihat keindahan pohon itu dengan matanya sendiri, sang raja memerintahkan supaya pohon itu ditebang dan dijadikan sebagai tiang di istananya. Setelah selesai, semua orang mengagumi keindahan tiang sang raja namun tak ada yang tahu bahwa di dalam tiang itu ada jasad dewa Osiris.



Sementara itu di Mesir, setelah terjadi kudeta oleh Seth, Isis bergegas menyelamatkan diri bersama bayinya, Horus. Isis berlindung di sebuah pulau kecil yang ditinggali dewi Buto. Kepadanyalah Isis menitipkan Horus. Isis juga melepaskan pulau itu dari bumi sehingga kini pulau itu terapung di atas air dan tak mudah ditemukan oleh orang lain, terutama oleh Seth cs.

Setelah menitipkan Horus, Isis pun pergi mencari jasad Osiris. Isis menjelajahi seluruh Mesir namun tidak juga menemukannya. Isis bertanya pada orang-orang tapi tak ada yang tahu.

Lalu Isis melihat anak-anak yang sedang bermain di tepi pantai dan bertanya pada mereka. Dari mereka, Isis akhirnya tahu bahwa peti iru terbawa air laut ke Bylos. Isis berterima kasih pada mereka dengan memberi mereka kekbijaksanaan.

Namun ketika Isis sampai di Bylos, petinya udah ga ada. Akhirnya Isis duduk di tepi pantai. Tiba-tiba datang para pelayan Ratu Astarte dan Isis mengajari mereka mengepang rambut mereka untuk pertama kalinya. Ketika mereka kembali ke istana, suatu aroma yang harum melekat pada mereka. Ratu Astarte (istri raja Malcander) bertanya dari mana datangnya, dan para pelayan itu menceritakan tentang seorang wanita di tepi pantai. Ratu Astarte lalu menyuruh supaya wanita itu dibawa untuk bekerja di istana.

Di istana, Isis ditugaskan mengasuh pangeran Maneros dan bayi Dictys. Isis ternyata senang pada sang bayi dan berniat menjadikannya sebagai dewa dengan cara membakar unsur manusianya. Namun ratu Astarte melihat ketika Isis sedang berusaha menaruh Dictys di atas api. Astarte menjerit histeris dan dengan demikian menggagalkan usaha Isis.

Isis marah dan kemudian memperlihatkan wujud aslinya. Astarte hanya bisa ketakutan ketika tahu bahwa wanita di depannya adalah dewi Isis.

Malcander dan Astarte menawarkan berbagai hadiah untuk menangkan Isis. Namun Isis melihat tiang tamarisk dan langsung bahwa tiang itu bukan benda biasa. Isis pun meminta tiang itu. Setelah dapat, Isis membuka tiang itu dan terlihat bahwa di dalamnya ada peti Osiris. Isis langsung membawa pulang petinya sementara tiangnya dikembalikan pada raja Malcander. Tiang itu kemudian menjadi benda keramat setelah diketahui bahwa pernah menyimpan tubuh dewa.

Bersama peti Osiris, Isis lalu kembali ke pulau terapung tempat Buto menjaga Horus.

Sementara itu Seth sedang melakukan hobinya, yaitu berburu pada malam hari dalam wujud babi hutan. Tiba-tiba dengan diterangi cahaya bulan, Seth melihat sebuah peti kayu ceddar dengan dihiasi eboni, emas, perak, dan geding. Seth langsung mengenali benda itu.

Seth membuka peti itu dan mengeluarkan jasad Osiris. Dengan amarahnya, Seth merobek-robek jasad itu menjadi empat belas bagian dan melemparkannya ke seluruh Mesir.



Kini Isis harus mencari lagi tubuh suaminya. Kali ini Isis dibantu oleh Nepthys, istri Seth sendiri. Anubis juga ikut membantu mencari dalam wujud serigala. Jika mencari di darat, Isis dibantu oleh tujuh kalajengking, sedangkan di air, Isis mencari dengan memakai perahu dari papirus.

Akhirnya, satu demi satu Isis menemukan potongan tubuh suaminya sampai tiga belas bagian berhasil ditemukan. Di tiap tempat penemuannya, Isis melakukan upacara penguburan sehingga kuburan Osiris ada tiga belas. Sementara bagian keempat belas, yaitu alat kelaminnya, telah dimakan oleh seekor ikan. Maka Isis membuat gantinya dari emas.

Setelah semua lengkap, Isis menggunakan sihirnya unntuk menyatukan semuanya. Jasad Osiris lalu dibalsem dan dimumifikasi oleh Anubis sebelum kemudian disembunyikan oleh Isis. Dalam suatu versi, Isis membuat Osiris bangkit kembali dan Isis melahirkan Horus.

Setelah dikuburkan dengan layak, roh Osiris bisa melewati Duat menuju Amenti. Di sana Osiris menjadi dewa kematian.



Horus tumbuh dengan cita-cita untuk membalas dendam pada Seth. Roh Osiris sering datang dan mengajari putranya semua hal yang diperlukan untuk menjadi seorang prajurit yang tangguh.

Suatu hari Osiris bertanya, "Beritahu aku, hal apa yang paling mulia yang bisa dilakukan seorang manusia."

Horus menjawab, "Membalas dendam atas perbuatan jahat yang dilakukan pada orang tua kita."

Osiris senang lalu bertanya, "Dan hewan apa yang paling berguna dalam melaksanakan itu?"

"Kuda," jawab Horus.

"Singa tentu lebih berguna?" saran Osiris.

"Singa berguna bagi orang yang butuh bantuan," jawab Horus, "tapi kuda adalah yang terbaik untuk mengejar musuh yang kabur."

Osiris langsung tahu bahwa Horus sudah siap untuk berperang dengan Seth. Dengan izin Osiris, maka Horus pun mengumpulkan pasukan yang besar dan beriringan menuju Mesir Selatan, bahkan Ra ikut bergabung dengan Horus. Ra tentu saja mengendarai perahunya yang terkenal. Sementara itu Seth juga sudah menunggu dengan mempersiapkan pasukan yang banyak.

Banyak terjadi pertempuran antara pasukan Horus dan Seth. Versinya juga ada Banyak. Dalam suatu cerita, Horus meminta bantuan Thot untuk mengubahnya menjadi cakram matahari. Horus lalu terbang di atas pasukan Seth sehingga mereka menjadi kebingungan akibat panas dan silaunya cakaram matahari itu. Pasukan Seth akhirnya saling menyerang sesamanya.
Pasukan Seth mundur tapi pertempuran tidak berhenti.

Dalam versi lain, Seth berhasil menusuk mata kiri Horus. Horus membalasnya dengan memotong alat kelamin Seth, akibatnya Seth kemudian dikenal juga sebagai dewa ketidaksuburan.

Setelah melalui banyak pertempuran, akhirnya tibalah pada pertempuran yang terakhir dan terhebat, yang berlokasi di Edfu di tepi sungai Nil. Pasukan Horus dan Seth saling menyerang. Sementara Seth sendiri berubah menjadi seekor kuda nil merah raksasa dan hendak membunuh Horus. Seth juga melontarkan kutukan pada Horus. "Badai dan banjir, hantamlah musuhku," teriak Seth dengan suara yang mengerikan. Maka angin badai pun bertiup di medan pertempuran itu, air sungai nil menjadi berombak-ombak sangat tinggi dan langit menghitam.

Suasana saat itu sangat mengerikan namun Horus tidak gentar. Dia berdiri di perahunya yang bersinar bagai matahari.

Seth lalu menerjang Horus, yang sudah mempersenjatai diri dengan tombak sepanjang tiga puluh kaki dan mata pisaunya selebar enam kaki.



Seth membuka rahangnya yang besar untuk mengigit Horus. Horus menghindar dan melompat ke atas Seth. Dengan sekuat tenaga Horus menancapkan tombaknya pada kepala Seth. Tombak tersebut tembus sampai ke otak Seth. Seth menjerit sebelum akhirnya tenggelam ke dasar sungai nil dekat Edfu.

Setelah Seth mati, badai pun berhenti dan langit menjadi biru kembali. Orang-orang Edfu berdatangan untuk menyambut Horus yang telah berhasil membalaskan dendam ayahnya. Orang-orang bernyanyi dan memuji Horus. Untuk mengenang peristiwa itu, sebuah kuil Horus didirkan di sana, orang-orang juga mengggelar perayaan tahunan untuk Horus di Edfu.

Setelah mengalahkan Seth, Horus menjadi penguasa Mesir.

Biasanya cerita selesai di sini, namun ada versi bahwa pertempuran Horus melawan Seth masih akan terjadi lagi, dan jika saat itu tiba, Horus akan benar-benar melenyapkan Seth selamanya, lalu Osiris akan hidup lagi untuk kembali memberi kebahagiaan pada umat manusia.

Sumber : Kaskus
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5104585
(Isi telah diedit)
Ilustrasi : Wang'ZW (Do not copy without my permision)

2 komentar: