Selasa, 22 Juni 2010

Tian Long Ba Bu


Tian Long Ba Bu / 天龍八部
Para pelindung Buddha Dharma


Mereka sudah ada sebelum ada agama Hindu dan Buddha. Setelah Sidharta menjadi sang Buddha, mereka bersama-sama menjadi pelindung sang Buddha.


Deva/Tian 天

Para Dewa terbagi dari tingkat tertinggi hingga tingkat terendah, didalamnya termasuk Brahma, Shiva, Vhisnu, Indra, Bayu, Varuna, Yama Deva, Catur Maha Raja, Bodhidruma, Hariti, dll.


Naga/Long龍

Naga versi Buddha agak sedikit berbeda dengan naga versi China. Mereka termasuk golongan ular-ular besar yang menguasai langit dan lautan. Terkadang Long disamarkan dengan Naga versi Buddha yang berasal dari India yaitu ular kobra raksasa yang berkepala banyak dan mereka menjadi musuh alami para Garuda.


Ashura/A Xiu Luo 阿修羅

Ashura / Asura / Asyura असुर(阿修羅 A xiu luo) adalah adalah makhluk mitologi yang berasal dari India (kemudian diadopsi oleh umat Hindu dan Buddha). Di kisah2 Hindu Ashura digolongkan kedalam bangsa Detya yaitu bangsa para iblis (Yaksha, Raksasa, Ashura, dll) yang menjadi musuh para Dewa (Adetya). Kisahnya diceritakan dalam kitab Adiparwa (bab pertama Mahabarata), bermula ketika para Detya dan Adetya bahu membahu mengambil tirta amerta didasar samudra. Kemudian tirta amerta diambil oleh para dewa, para detya yang merasa mempunyai hak meminum tirta amerta pun meminta bagian mereka, tetapi oleh para dewa tirta amerta dibawa kekhayangan. Sejak itu bangsa Detya yang dipimpin oleh Ashura selalu menyerang surga Indra untuk merebut Tirta Amerta kembali.
Dalam kisah Buddhis, Ashura merupakan makhluk yang berada 6 jalur kehidupan reinkarnasi (Dewa / surga, manusia, Ashura {terkadang diletakan diatas manusia hingga Ashura dikenal sebagai 1/2 dewa}, Hewan, Neraka, setan kelaparan). Dalam jalur reinkarnasi ini, Ashura adalah semua makhluk termasuk manusia maupun dewa yang jatuh kedalam angkara murka, setelah meninggal, mereka bereinkarnasi kealam Ashura dimana para Ashura suka sekali berperang, sehingga dialam Ashura selalu ada perang. Seperti halnya manusia, Ashura ada yang baik ada pula yang jahat, beberapa Ashura yang baik bersama2 menjadi pelindung sang Buddha.
Di dalam beberapa aliran Esoterik Buddha seperti Shingon (mantrayana) dijepang menganggap Ashura sebagai salah satu pelindung Buddha, sehingga Ashura disejajarkan dengan dewa, naga, garuda, Yaksha, Kinnara, Mahoraga dan Ghandarva (selanjutnya mereka ber8 disebut Tian Lung Ba Bu / Hachi Bushu). Disini Ashura digambarkan sebagai seorang raksasa bertangan 3 pasang dan berkepala 3(muka2nya digambarkan marah dan sedih), kadang disetiap tangannya terdapat bermacam2 senjata tajam (tangan depannya beranjali, tangan2 lainnya kadang memegang panah, busur, cermin, matahari dan bulan), dia digambarkan pemarah tapi kadang murah hati tetapi suka berperang.
Dalam bahasa pali Asyura berarti seseorang yang tidak tersentuh oleh cahaya, tetapi juga bisa diterjemahkan orang yang tidak minum surah (alkhohol). Tampaknya kisah ini diambil dari salah satu kisah Ashura yang sebenarnya penguasa surga Trayastrimsha, tetapi dia diusir oleh dewa Sakra / Indra ketika mereka sedang mabuk. Ashura yang kehilangan tempat tinggalnya sejak itu selalu meyerang surga Trayastrimsha yang kini dikuasai oleh dewa Indra. Sejak itu pula Ashura bersumpah tidak akan pernah minum minuman keras lagi.


Yaksha/Ye Cha 夜叉


Yaksha 夜叉(China : Ye Cha - jepang Yasha)adalah makhluk mitologi yang berasal dari India (kemudian diadopsi oleh umat Hindu dan Buddha). Dalam kisah Hindu maupun Buddha Yaksha diceritakan sebagai makhluk halus seperti peri / bidadari yang tinggal didalam hutan dan gunung, tetapi terkadang diceritakan sebagai bangsa yang liar, kasar dan brutal sehingga Yaksha terkadang disamakan dengan para Raksasa. Yaksha laki2 biasa digambarkan dengan tubuh tinggi besar dengan sosok menakutkan, sedang Yaksha wanita atau biasa disebut Yakshi digambarkan sangat cantik, lemah gemulai dengan bagian tubuh dada dan pinggul yang besar.
Contoh Yaksha yang menjadi pelindung Buddha yaitu The 12 Jenderal langit 十二神将 yang menjadi pengawal Bhaisajyaguru Budha (Budha pengobatan / Yàoshī Rúlái).


Garuda/Jia Lou Luo 迦樓羅


Garuda 迦樓羅 (China : Jia Lou Luo - Jepang : Karura) adalah makhluk mitologi yang berasal dari India (kemudian diadopsi oleh umat Hindu dan Buddha). Garuda berwujud raksasa berkepala dan bersayap burung, bagian atas tubuhnya berwarna merah, bagian bawah tubuhnya berwarna putih, seluruh tubuhnya diliputi sinar keemasan. Apabila terbang, sayapnya menutupi langit, kepakan sayapnya menimbulkan angin besar. Ketika Garuda lahir, teriakan dan kepakan sayapnya memporak porandakan khayangan, hingga Dewa Indra turun menenangkannya. Dia memiliki banyak julukan, salah satunya yaitu Gaganesvara (penguasa langit).
Menurut kisah Adhiparwa (bab pertama Mahabaratha) dikisahkan kelahiran Garuda (disini dia dinamakan Garudeya{mungkin generasi pertama dari bangsa Garuda}), bagaimana dia diperbudak oleh kakak2nya para naga hingga melepaskan diri dari perbudakan kakak2nya dengan mencuri tirta amerta dari surga Indra hingga harus bertarung dengan dewa Indra. Dewa Indra yang kalah meminta bantuan kepada dewa Whisnu. Kemudian dewa Whisnu membebaskan Garudeya dan Ibunya dari perbudakan para naga setelah mengalahkan Garudeya (skemudian Garudeya menjadi wahana dewa Whisnu). Sejak itu para garuda yang masih mendendam kepada para naga kemudian memburu dan memakan para naga.
Setelah Sidharta menjadi Buddha, para naga datang memohon kepada sang Buddha untuk menolongnya dari ancaman para garuda. Awalnya garuda menolak utk tidak memakan para naga, kemudian sang Buddha berjanji bahwa apabila murid2 sang Buddha berdoa berkah makanan, maka Garuda juga akan mendapat berkah makanan dari murid2 sang Buddha.
Kisah ini juga erat hubungannya dengan peninggalan mantra kuno berbahasa jawa kuno yang ditemukan disebuah pura Cakranegara di lombok, mantra itu dinamakan garudeyamantra, dilafalkan pada waktu mau makan untuk menangkal racun yang mungkin ada dalam makanan atau minuman,
mantra itu berbunyi :

Putih warna ning pupu nira makahingan ing nabhi, Mirah warna ning dada nira makahingan ing gulu
(Putih adalah warna pahanya sampai ke perut, Merah adalah warna dadanya sampai ke leher)




Gandharva/Gan Ta Po 乾闥婆

Para bidadara dan bidadari (malaikat).
Keterangan lanjut lihat Kinnara


Kinnara/Jin Na Luo 緊那羅


Kinnara 緊那羅 (China :Jin Na Luo - Jepang : Kimnara), Gandharva (laki-laki) 乾闥婆 (China : Gan Ta Po - Jepang : Kendatsuba), Apsara (perempuan) 天人 Tian Ren-Tennin / 飛天 Fei Tian-Hitten / 天女 Tian Nii-Tennyo / Kalavinka 迦陵頻伽, adalah makhluk2 surgawi dari mitologi India (kemudian diadopsi oleh umat Hindu dan Buddha). Mereka semua dikatakan pandai bernyanyi, bermain musik dan menari, mereka juga disejajarkan dengan malaikat dari dunia barat, sehingga mereka dikenal sebagai malaikat (bidadara-bidadari) dari timur. Kinnara digambarkan sebagai manusia dengan bagian bawah tubuhnya berupa burung angsa (beberapa kisah di India mengatakan berbadan kuda - centaur?). Wujud Kinnara bisa kita lihat di relief di candi Agung Borobudur. Konon Kinnara pernah turun kebiara Shaolin sebagai juru masak kuil, Kinnara kemudian menciptakan masakan vegetarian yang kita kenal sekarang yaitu Luo Han Cai (Sayur vegetaris Lohan). Gandharva dan Apsara terkadang disamakan, bahkan kadang dianngap pasangan, bila Gandharva menyanyi satau bermain alat musik, maka Apsara akan menyanyi dan menari mengiringinya. Gandharva dan Apsara digambarkan seprti sosok manusia pada umumnya, hanya saja mereka sering digambarkan sedang terbang dengan selendang yang melambai2 terkadang bersayap dan berada diatas awan. Karena kesamaan ciri ciri tersebut ketiga makhluk ini juga sering disebut Kalavinka (manusia bersayap / malaikat).


Mahoraga/Ma Ho Luo Jia 摩睺羅迦

Ular yang sangat besar, berjalan dengan perutnya. Sayangnya tidak ada info jelas mengenai makhluk ini, bahkan untuk image gambarnya tidak ada. Dijepang ada arca Tian Long Ba Bu (Hachi Busshu) ini, hanya saja info mengenai Mahoraga sangat kurang sekali.

Ilustrated by: Wang'ZW (Do not copy without my permission)
Reteller by: Wang'ZW

2 komentar:

  1. Nice, thanks infonya masbro

    BalasHapus
  2. Menarik sekali, tradisi china ternyata bekaitan dengan tradisi hindu dan buddha dari india

    BalasHapus