Selasa, 20 Juli 2010

Brahma - Dewa pencipta, dewa pengetahuan



Dewanagari: ब्रह्मा
Ejaan Sanskerta: Brahmā
Ejaan Pali: Brahmā
Golongan: Dewa
Kediaman: Brahmapura
Senjata: Gada
Pasangan: Saraswati
Wahana: Angsa

Menurut ajaran agama Hindu, Brahma (Sanskerta: ब्रह्मा, ;Brahmā) adalah Dewa pencipta. Dalam filsafat Adwaita, ia dipandang sebagai salah satu manifestasi dari Brahman (sebutan Tuhan dalam konsep Hinduisme) yang bergelar sebagai Dewa pencipta. Dewa Brahma sering disebut-sebut dalam kitab Upanishad dan Bhagawadgita.

Brahma dalam Bhagawadgita
Dalam kitab suci Bhagawadgita, Dewa Brahma muncul dalam bab 8 sloka ke-17 dan ke-18; bab 14 sloka ke-3 dan ke-4; bab 15 sloka ke-16 dan ke-17. Dalam ayat-ayat tersebut, Dewa Brahma disebut-sebut sebagai Dewa pencipta, yang menciptakan alam semesta atas berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Bhagawadgita juga disebutkan, siang hari bagi Brahma sama dengan satu Kalpa, dan Brahma hidup selama seratus tahun Kalpa, setelah itu beliau wafat dan dikembalikan lagi ke asalnya, yakni Tuhan Yang Maha Esa.

Dewa pencipta
Menurut agama Hindu, Brahma adalah salah satu di antara Trimurti (Brahma, Wisnu, Siwa). Dewa Brahma juga bergelar sebagai Dewa pengetahuan dan kebijaksanaan. Beberapa orang bijaksana memberinya gelar sebagai Dewa api. Dewa Brahma saktinya Dewi Saraswati, yang menurunkan segala ilmu pengetahuan ke dunia.
Menurut mitologi Hindu, Dewa Brahma lahir dengan sendirinya (tanpa Ibu) dari dalam bunga teratai yang tumbuh di dalam Dewa Wisnu pada saat penciptaan alam semesta. Legenda lain mengatakan bahwa Dewa Brahma lahir dari air. Di sana Brahman menaburkan benih yang menjadi telur emas. Dari telur emas tersebut, lahirlah Dewa Brahma Sang pencipta. Material telur emas yang lainnya menjadi Brahmanda, atau telur alam semesta.
Menurut cerita kuno, pada saat penciptaan alam semesta, Brahma menciptakan sepuluh Prajapati, yang konon merupakan ayah-ayah (kakek moyang) manusia pertama. Menurut Manusmrti, sepuluh Prajapati tersebut adalah: Marichi, Atri, Anggirasa, Pulastya, Pulaha, Kratu, Wasistha, Praceta atau Daksa, Briegu, dan Narada. Ia juga konon menciptakan tujuh pujangga besar yang disebut Sapta Rsi untuk menolongnya menciptakan alam semesta.
Menurut kisah di balik penulisan Ramayana, Dewa Brahma memberkati Resi Walmiki untuk menulis kisah Ramayana, menceritakan riwayat Rama yang pada masa itu sedang memerintah di Ayodhya.

Penggambaran


Brahma di mitologi Budha dikenal sebagai Da Fan Tian (Jepang= Bon Ten)-Catur Mukha Budha

Dewa Brahma memiliki ciri-ciri sesuai dengan karakter yang dimilikinya. Ada ciri-ciri umum yang dimiliki Dewa Brahma, yakni:

* bermuka empat yang memandang ke empat penjuru mata angin (catur muka), yang mana pada masing-masing wajah mengumandangkan salah satu dari empat Veda.
* bertangan empat, masing-masing membawa:
1. teratai, kadangkala sendok (Brahma terkenal sebagai Dewa yadnya atau upacara)
2. Weda/kitab suci
3. kendi/teko/tempat air
4. genitri
* menunggangi angsa atau duduk di atas teratai

Siklus Dewa Brahma
Brahma hidup selama seratus tahun Kalpa. Satu tahun Kalpa sama dengan 3.110.400.000.000 tahun. Setelah seratus tahun Kalpa, maka Dewa Siwa sebagai Dewa pelebur mengambil perannya untuk melebur alam semesta beserta isinya untuk dikembalikan ke asalnya. Setelah itu, Brahma sebagai pencipta tutup usia, dan alam semesta bisa diciptakan kembali oleh kehendak Tuhan.

4 komentar:

  1. Hallo pakWang'Z. Bapak seorang filsof sejati itu terbukti karena blog bapak penuh dengan ajaran-ajaran universal yang umumnya bernuansa Hindu dan Budha serta Budaya Cina. Saya yakin bapak menjadi sejarahwan andal apabila bapak tekun menulis, walaupun baru bapak awali dengan kmpulan refrensi pendukung. Sukses buat bapak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah...makasih banyak pak....
      saya dari kecil memang menyukai kisah kisah sejarah, legenda maupun mitologi....apalagi kisah Hindu dan Buddha maupun mitologi China...saya jg menyukai mitologi Yunani, mesir, Norwegia, dll....informasi infomasi selama ini sih saya dapat dari Wikipedia...

      Hapus
  2. Om swastyastu, salam,wah saya senang sekali mengenai literatur seperti ini,apakah tiap bulan nya selalu update pak ?

    BalasHapus
  3. Om Swastiyastu.._/\_.....
    maaf pak blog ini jarang saya buka, jadi baru bisa balas hari ini....
    informasi blog ini say ambil dari wikipedia pak....

    BalasHapus