Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Senin, 28 Mei 2012
Mesir pra pendudukan bangsa Arab
Bagaimana kalian memanggil orang yang tinggal ditanah mesir? orang mesirkah? atau orang arab, karena mereka memakai bahasa arab bukannya bahasa mesir.
Mitologi Mesir - kaki kiri
Seperti halnya di budaya tionghua, dalam budaya mesir, mereka menganggap posisi kiri lebih mulia. Di Budaya dan tradisi tionghua contohnya adalah ketika menancapkan hio, ketika bernamaskara, menghormat (soja) selalu tangan kiri yang didahulukan. Demikian juga bangsa mesir kuno.
Minggu, 22 April 2012
Mitologi Mesir - kisah Isis dan Osiris
Karena Ra mengambil bentuk manusia sebagai Pharaoh, Ra lama-kelamaan menjadi tua dan kehilangan kebijaksanaanya. Maka semakin dekatlah saat-saat bagi Ra untuk meninggalkan bumi dan kemudian memerintah di langit serta memberi kesempatan pada dewa yang lebih muda. Namun Ra masih tetap terus berkuasa di bumi dan tak ada yang mampu merebut kekuasaannya. Itu disebabkan kekuasaan Ra terletak pada nama rahasianya dan nama tersebut tidak ada yang tahu selain Ra. Jika ada yang berhasil mengetahu nama rahasai Ra, barulah Ra benar-benar berhenti berkuasa di bumi.
Adalah dewi Isis, putri Nut dan Geb, yang berniat menghentikan kekuasaan Ra. Isis mengetahui banyak hal di langit dan di bumi, kecuali tentunya nama rahasia Ra. Maka Isis menggunakan salah satu aspeknya, yaitu kekuatan sihir. Suatu hari, Ra yang semakin tua sedang jalan-jalan di Mesir. Tiba-tiba kepala dan mulutnya gemetar sampai-sampai air ludah Ra terciprat ke tanah dan menjadikannya lumpur. Setelah Ra berlalu, Isis datang ke sana dan mengutak-atik lumpur itu bagai adonan. Isis lau membentuknya menjadi seekor ular, dan terciptalah ular kobra untuk pertama kalinya.
Isis meletakan kobra ini di jalan yang setiap hari dilalui oleh Ra. Ketika Ra lewat, kobra tersebut langsung menggigitnya lalu kabur. Sementara racun kobra itu mengalir di pembuluh darah Ra. Ra berteriak kesakitab. Teriakannya terdengar ke seluruh penjuru dunia dan para dewa pun berdatangan. Para dewa bertanya, "Apa yang menyakitkanmu?"
Adalah dewi Isis, putri Nut dan Geb, yang berniat menghentikan kekuasaan Ra. Isis mengetahui banyak hal di langit dan di bumi, kecuali tentunya nama rahasia Ra. Maka Isis menggunakan salah satu aspeknya, yaitu kekuatan sihir. Suatu hari, Ra yang semakin tua sedang jalan-jalan di Mesir. Tiba-tiba kepala dan mulutnya gemetar sampai-sampai air ludah Ra terciprat ke tanah dan menjadikannya lumpur. Setelah Ra berlalu, Isis datang ke sana dan mengutak-atik lumpur itu bagai adonan. Isis lau membentuknya menjadi seekor ular, dan terciptalah ular kobra untuk pertama kalinya.
Isis meletakan kobra ini di jalan yang setiap hari dilalui oleh Ra. Ketika Ra lewat, kobra tersebut langsung menggigitnya lalu kabur. Sementara racun kobra itu mengalir di pembuluh darah Ra. Ra berteriak kesakitab. Teriakannya terdengar ke seluruh penjuru dunia dan para dewa pun berdatangan. Para dewa bertanya, "Apa yang menyakitkanmu?"
Rabu, 18 April 2012
Iaret (Uraeus)
Iaret adalah simbol berbentuk ular kobra. Orang Yunani menyebutnya Uraeus/Uraios. Iaret ditampilkan sebagai kobra yang sedang mengangkat kepala dan melebarkan tudung lehernya. Spesies kobra yang digunakan sebagai Iaret adalah Naja haje (kobra Mesir). Ular kobra sendiri merupakan hewan suci di kota Buto.


Iaret (ular kobra) pertama diciptakan oleh Isis dari campuran tanah dan air ludah Ra. Dengan Iaret ini pulalah Isis berhasil merebut kekuasaan dari Ra. Iaret merupakan simbol dari banyak hal, antara lain: matahari, Mesir Hilir, raja, dan juga sejumlah dewa. Tapi yang paling terkenal adalah bahwa Iaret adalah simbol Wadjet, dewi Mesir yang berwujud kobra.

Iaret sering ditampilkan bersama Nekhebet (burung nazar yang melambangkan Mesir Hulu). Penggabungan dua hewan ini menyimbolkan penyatuan Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
Iaret juga disebut "mata berapi" Ra. Dan Iaret sering muncul pada cakram matahari.
Iaret yang disepuh emas, disebut netjer-ankh ("dewa hidup"), ditemukan di makam Tutankhamon. Itu mewakili kaitan kobra dengan dunia kematian. Ada juga kobra yang digambarkan menyemburkan api dan menjaga tiap gerbang di dunia kematian, dan menunjukkan peran kobra sebagai pelindung.

Iaret merupakan unsur penting bagi Pharaoh karena seorang Pharaoh baru diakui setelah memakai Iaret. Iaret dipercaya melindungi firaun dengan cara menyemburkan api pada musuh-musuh Pharaoh


Iaret (ular kobra) pertama diciptakan oleh Isis dari campuran tanah dan air ludah Ra. Dengan Iaret ini pulalah Isis berhasil merebut kekuasaan dari Ra. Iaret merupakan simbol dari banyak hal, antara lain: matahari, Mesir Hilir, raja, dan juga sejumlah dewa. Tapi yang paling terkenal adalah bahwa Iaret adalah simbol Wadjet, dewi Mesir yang berwujud kobra.

Iaret sering ditampilkan bersama Nekhebet (burung nazar yang melambangkan Mesir Hulu). Penggabungan dua hewan ini menyimbolkan penyatuan Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
Iaret juga disebut "mata berapi" Ra. Dan Iaret sering muncul pada cakram matahari.
Iaret yang disepuh emas, disebut netjer-ankh ("dewa hidup"), ditemukan di makam Tutankhamon. Itu mewakili kaitan kobra dengan dunia kematian. Ada juga kobra yang digambarkan menyemburkan api dan menjaga tiap gerbang di dunia kematian, dan menunjukkan peran kobra sebagai pelindung.

Iaret merupakan unsur penting bagi Pharaoh karena seorang Pharaoh baru diakui setelah memakai Iaret. Iaret dipercaya melindungi firaun dengan cara menyemburkan api pada musuh-musuh Pharaoh
Bennu - Phoenix Mesir

Phoenix atau biasa disebut Bennu dalam mitologi Mesir adalah burung legendaris yang keramat merupakan mahkluk mistis berwujud burung api berbulu emas yang hidup abadi di berbagai kebudayaan. Burung Api ini digambarkan memiliki bulu yang sangat indah berwarna merah dan keemasan.
Menurut mitos Mesir kuno, Bennu telah menciptakan dirinya dari api yang dibakar di pohon suci di salah satu Bait suci kuil Ra. Versi lain mengatakan bahwa Bennu meledak dari jantung Osiris. Bennu bertumpu pada pilar suci yang dikenal sebagai batu benben. Imam Mesir menunjukkan pilar ini kepada pengunjung, yang menganggap itu tempat paling suci di bumi.

Bennu digambarkan sebagai abu-abu, ungu, biru, atau bangau putih dengan paruh yang panjang dan berbulu dua puncak. Kadang-kadang Bennu digambarkan sebagai wagtail kuning, atau sebagai elang dengan bulu merah dan emas. Dalam kasus-kasus tertentu Bennu digambarkan sebagai seorang laki-laki dengan kepala bangau, mengenakan mumi biru putih atau gaun di bawah mantel panjang yang transparan.
"Akulah burung Bennu, Jiwa dari Ra, pemandu para Dewa ke Tuat (Alam lain)".
Egyptian Book of The Dead
Konon diceritakan dalam mitos tersebut bahwa Phoenix dikatakan dapat hidup selama 500 atau 1461 tahun, ketika burung itu merasa kematiannya sudah dekat (dalam siklus 500 tahun-1461 tahun) Phoenix membakar dirinya sendiri. Setelah tiga hari, dari abunya phoenix baru akan bangkit dari abu untuk memulai hidup baru. Siklus hidup burung Phoenix seperti itu (regenerasi), bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang baru.
Phoenix menjadi simbol keabadian, lambang dari siklus kehidupan setelah mati, simbol dari kebangkitan tubuh, awal dari sebuah era baru. Phoenix merupakan simbol dari keabadian, lambang dari siklus kehidupan setelah mati, dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah mati.

nama lain:
* Bennu, burung api dari mitologi Mesir Kuno
* Huma, burung api dari mitologi Persia.
* Simurgh, phoenix versi Persia.
* Phoenix, adaptasi bangsa Yunani Kuno terhadap burung Bennu dari Mesir.
* Zhar-Ptitsa, burung api dari Rusia.
* Fenghuang, burung api dari Cina.
* Suzaku - burung api Jepang
Antara Anubis dan Wepwawet

Anubis / Yinepu
Anubis dalam kepercayaan Mesir Kuno dianggap sebagai dewa kematian dengan wujud kepala anjing (serigala) dan badan manusia. Anubis merupakan dewa yang melakukan mummifikasi pada Pharaoh-pharaoh bahkan pada Osiris (Osiris di bunuh oleh Seth), dan dengan demikian membantu mempertahankan bahwa ia bisa hidup. Anubis adalah anak dari Nephthys dan Osiris?, emang osiris selingkuh dari Isis, dengan tipu muslihatnya Nephthys membuat osiris menjadi mabuk dan lalu menyamar menjadi Isis, osiris yang lagi mabuk ga sadar, akhirnya dari hubungan gelap itu terlahir lah Anubis.
Anubis dipuja sebagai penemu pembalseman. Ia mengawasi pembalseman mayat. Ia menerima mumi ke makam dan melakukan Pembukaan Mulut dan kemudian melakukan upacara penyucian jiwa. Menurut mitos Mesir kuno, Anubis membantu Osiris menghakimi jiwa orang mati, yaitu dengan meletakkan hati orang tsb untuk ditimbang dengan sebuah bulu. Jika bulu tersebut lebih berat, maka dia tidak pantas masuk surga. Dewa pembalseman mungkin terkait dengan serigala karena kebiasaan serigala untuk mengintai makam dan kuburan. Salah satu alasan mengapa Mesir awal berusaha untuk membuat kuburan mereka lebih rumit adalah untuk menjaga tubuh aman dari serigala. Wajar saja karena itu dewa mumifikasi akan terhubung dengan mereka. Dengan menyembah Anubis, orang Mesir berharap untuk memohon kepadanya untuk melindungi mereka yang meninggal dari serigala, dan pembusukan alam.

Wepwawet / Upuat
Wepwawet adalah dewa berkepala jackal (sejenis anjing/serigala) di dunia kematian. Karena berkepala jackal, Wepwawet dihubungkan dengan Anubis. Tapi Tidak seperti Anubis, kepala Wepwawet ditampilkan berwarna putih atau abu-abu. Wepwawet bertugas membimbing dan memandu roh orang mati di dunia kematian. Ini sesuai dengan namanya yang bermakna "pembuka jalan." Dia ditampilkan sebagai dewa berkepala jackal/serigala sambil membwa tongkat. Kadang dia ditampilkan sebagai hewan jackal/serigala. Wepwawet juga dianggap sebagai dewa perang dan maksud namanya adalah sebagai "pembuka jalan" bagi pasukan untuk maju ke depan. Sebagai dewa perang, dia digambarkan membawa senjata, seperti misalnya "panah" dan "pemukul."
Selain itu, Wepwawet juga adalah dewa yang menemani Pharaoh dalam berburu. Dalam perannya ini, dia dijuluki sebagai "yang membawa panah yang lebih kuat daripada para dewa." Wepwawet juga pernah diasosiasikan dengan Ra. Dia disebut sebagai Ra yang datang dari horison. Dalam hal ini, dia adalah "pembuka jalan" ke langit. Wepwawet dilahirkan di sanctuary Wadjet. Pada awalnya, Wepwawet adalah dewa serigala. Pusat pemujaannya adalah di Asyut, yang oleh orang Yunani disebut Lykopolis (kota serigala). Tempat pemujaannya yang lain adalah Abydos, Quban, el-Hargarsa, Memphis, dan Sais.
Ankh - Simbol Kehidupan

Ankh adalah salah satu simbol paling terkenal dan banyak dipakai dalam sejarah mesir kuno. Simbol ini banyak ditemukan pada sebuah hieroglyph dan karya seni di seluruh mesir kuno. Banyak sekali perdebatan tentang makna asli dari simbol ini. Sir Alan Gardiner (seorang British Egyptologists), berpendapat kalo Ankh ini adalah sebuah tali sandal bagian dari sendal ini disebut 'nkh, tapi nama ini tidak jelas apakah nama ini diterapkan secara retrospektif karena kesamaan dalam bentuk. Mungkin juga telah dikaitkan dengan "Sa" (simbol hieroglif yang mewakili perlindungan magis) dan juga telah dihubungkan dengan Tjet (juga dikenal sebagai simpul "Isis") yang juga digambarkan sebagai sabuk seremonial. Bagi orang mesir kuno, Ankh merupakan sebuah simbol keabadian. Ini adalah sebuah simbol yang kuat dalam sejarah mesir. simbol ini juga merupakan hieroglyph merujuk pada 'nkh (ankh) berarti "life (kehidupan)" atau "breath of life"


Teori lain mengatakan bahwa Ankh adalah simbol matahari terbit, dengan simpul yang mewakili Matahari terbit di atas cakrawala, yang diwakili oleh palang itu. Bagian bawah palang vertikal maka akan menjadi jalur matahari. Pemandu di mesir sampai saat ini memberitahu wisatawan bahwa lingkaran di atas merupakan organ seksual wanita, sedangkan tunggul di bagian bawah adalah organ seksual laki-laki dan sebuah garis horizontal adalah persatuan anak-anak. Ankh juga dikaitkan dengan kahidupan setelah kematian. Ankh sering dikaitkan dengan sebuah jimat yang berfungsi untuk memohon perlindungan para dewa. Ankh, pada beberapa dinding kuil di Mesir Hulu, juga bisa melambangkan air dalam ritual pemurnian. Di sini, raja akan berdiri di antara dua dewa, salah satunya biasanya Thoth.


Dewa-dewa Mesir kuno sering digambarkan membawa simbol Ankh. Diantaranya adalah Anqet, Ptah, Satet, Sobek, Tefnut, Osiris, Ra, Isis, Hathor, Anubis dan dewa-dewa lainnya juga sering digambarkan memegang tanda Ankh. Hal menarik lainnya, simbol Ankh juga digunakan sebagai bentuk cermin, dalam hal ini cermin digunakan sebagai alat meramal.
Mitologi Mesir - Dewa Dewi Mesir
Menurut catatan sejarah, bangsa Mesir Kuno menyembah banyak Dewa (polytheisme) dan belum menemukan paham Ketuhanan Yang Maha Esa (ada yang menyamakan dengan paganisme). Menurut kepercayaan Mesir Kuno, para Dewa merupakan makhluk-makhluk yang lebih berkuasa daripada umat manusia dan mengatur aspek-aspek kehidupan umat manusia. Mereka memberkati manusia, melindungi manusia, menghukum manusia, dan mencabut ajal manusia. Dewa-Dewi dalam kepercayaan bangsa Mesir Kuno merupakan penguasa setiap bagian dan unsur alam. Para Dewa yang menentukan nasib setiap orang.

Ra / Re
Ra adalah dewa matahari Mesir kuno. Pada kelima dinasti ia menjadi dewa besar dalam agama Mesir kuno, diidentifikasi dengan ciri 'matahari tengah hari'. Ra banyak berubah dari waktu ke waktu, terdapat juga nama Kota asal dewa yaitu kota Heliopolis yang berarti “Kota Matahari” oleh orang Yunani Kuno.
kemudian,Ra bergabung dengan dewa Horus, sebagai Re-Horakhty. Ketika mencapai posisi penting dalam jajaran Mesir, ia dipercaya untuk memimpin langit, bumi, dan di bawah tanah. Dia dikaitkan dengan elang, serta simbol dewa matahari yang melindungi fir’aun.

Osiris / Wesir
Osiris digambarkan sebagai dewa yang menggunakan mahkota, yang mirip dengan mahkota putih dari Mesir. Dia juga membawa crook dan cambuk. Alat yang menyerupai lekukan diperkirakan untuk mewakili Osiris yang berperan sebagai Dewa Gembala

Amon / Amun
Amon adalah seorang dewa dalam mitologi Mesir yang biasa disebut Amun-Ra. Berperan sebagai dewa pencipta , ia adalah pelindung kaum miskin dan pusat kesalehan. Amun menciptakan dirinya sendiri, tanpa ibu dan ayah, dan selama 'Kerajaan Baru' di Mesir ia menjadi Dewa Besar do teologi Mesir.. Amun-Ra, tidak secara fisik yang menciptakan alam semesta. Posisinya adalah sebagai Raja Dewa. Selain Osiris, Amun-Ra adalah nama Dewa yang paling banyak yang tercatat dalam peninggalan-peninggalan Mesir.

Isis / Aset
Isis adalah Dewi di mesir kuno, dia juga disembah di beberapa negara di seluruh dunia semisal Yunani-Romawi. Dia dipuja sebagai ibu yang ideal, istri, pelindung alam dan sihir. Dia adalah teman budak, orang-orang berdosa, pengrajin, kaum tertindas, serta mendengarkan doa orang-orang kaya, gadis, bangsawan dan penguasa. Isis adalah dewi ibu dan kesuburan.

Hathor / Hethert
Hathor adalah seorang Dewi Mesir Kuno yang dipersonifikasikan dengan feminin, cinta, keibuan dan sukacita. Dia adalah salah satu dewi yang paling penting dan paling populer sepanjang sejarah Mesir Kuno. Hathor yang disembah oleh masyarakat umum, dan gambarnya banyak terdapat pada kuburan orang Mesir Kuno dia digambarkan sebagai “pemimpin Barat” menyambut orang mati ke kehidupan selanjutnya. Peran lain dia adalah seorang dewi musik, tari, dan kesuburan, yang membantu perempuan dalam proses melahirkan.

Horus / Heru
Horus adalah salah satu dewa yang paling tua dan paling penting didalam agama Mesir kuno, yang di puja, setidaknya sampai akhir periode Predinastik pada masa Yunani-Romawi. Berbagai bentuk rupa Horus dicatat dalam sejarah. Bentuk paling umum adalah Horus Falcon yang merupakan dewa pelindung Nekhen di Mesir.

Mayet / Ma'at
Ma'at adalah Dewi Mesir kuno dengan konsep kebenaran, keseimbangan, keteraturan, hukum, moralitas dan keadilan. Dewi Ma'at juga di anggap sebagai Dewi yang mengatur bintang – bintang, musim dan cuaca, serta tindakan-tindakan baik manusia dan para dewa, yang mengatur alam semesta dari kekacauan. Peran utamanya dalam mitologi Mesir berurusan dengan penimbangan jiwa-jiwa yang terjadi di dunia bawah, bulu nya digunakan untuk menimbang apakah jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal akan mencapai surga dengan selamat atau terlempar ke neraka.

Nephthys / Nebt-het
Nephthys adalah dewi yang asalnya belum ditentukan, namanya mengandung arti “Lady of the House,” Dia adalah Dewi “ibu rumah tangga,”.

Anubis / Yinepu
Anubis adalah dewa pelindung dari kematian dan pembawa manusia ke alam baka. Dia biasanya digambarkan sebagai manusia berkepala serigala atau setengah manusia, setengah serigala, atau dalam bentuk serigala lengkap mengenakan ankh dan memegang cambuk di lekuk lengannya. Serigala itu sangat kental dengan kuburan di Mesir kuno,warna daging yang membusuk pada mumi dan terdapat tanah hitam di lembah Sungai Nil, melambangkan kelahiran kembali

Suchos / Sobek
Di Mesir kuno, Dewa Sobek digambarkan sebagai seorang laki-laki dengan kepala buaya. Dianggap sebagai pelindung pasukan Pharaoh, ia ditampilkan dengan simbol otoritas raja. Dia juga digambarkan membawa ankh di tangan kirinya seperti dewa-dewa lain, yang mewakili kemampuannya untuk melawan kejahatan dan menyembuhkan penyakit. Ia pernah menjadi Sobek-Ra, ia juga digambarkan dengan memakai cakram matahari di atas kepalanya.

Thoth / Djehuty
Thoth dianggap sebagai salah satu dewa yang penting di Mesir,
sering digambarkan dengan lelaki dengan kepala burung, dari suatu Ibis. Dia memimpin masyarakat setempat, Thoth diberi nama Hermopolis oleh orang-orang Yunani.

Sachmis / Sekhmet
adalah dewi Mesir Hulu. Dia digambarkan berkepala singa betina. Dikatakan bahwa nafasnya menciptakan gurun pasir. Dia dipercaya sebagai pelindung Pharaoh dan pemimpin pertempuran. Pemujaannya sangat dominan di Mesir, ketika Pharaoh pertama dari Dinasti kedua belas, Amenemhat I, memindahkan ibukota Mesir ke Itjtawy, pusat pemujaan Sekhmet juga ikut dipindah. Sekhmet juga merupakan dewi matahari, kadang-kadang dianggap sebagai aspek dari dewi Hathor dan Bast. Dia memakai cakram matahari dan Uraeus yang dengan demikian menghubungkannya dengan Wadjet dan kerajaan. Dengan segala asosiasi ini, dia bisa disebut sebagai juru damai dari dewi Ma'at di Ruang Penghakiman Osiris.

Ptah
Dalam Mesir Kuno, Ptah adalah dewa yang membentuk bumi. Ia hanya tinggal membayangkan dalam hati kemudian mengucapkannya. Ptah juga diyakini sebagai Dewa Pengrajin, dia diyakini yang mengilhami pembuatan bangunan megah nan kuat ala Mesir seperti Piramida Giza, Spynx, Kuil Abu Simbel dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu dia juga dewa pengrajin emas, armor, patung dan seni mesir kuno lainnya.

Seth / Set
Dikenal sebagai tokoh antagonis dalam mitologi mesir merupakan dewa penguasa langit malam dan penguasa gurun, dan merupakan saudara dari Osiris (sekaligus pembunuhnya ) seperti biasa mitologi mesir kebanyakan mengambarkan dewanya dengan setengah manusia dan setengah hewan (kemungkinan besar armadilo kuno). Set membunuh osiris dan horus anaknya membalas dendam setelah berhasil mengalahkan set dalam pertarungan non stop selama 70 tahun. Walaupun Set merupakan dewa antagonis tapi dalam masyarakat mesir ia juga dihormati, karena ketika ia membunuh Osiris, Seth juga berkontribusi dalam mengembangkan kepercayaan akan adanya reinkarnasi, dan para pengikut mesir tidak mendapat diskriminasi dari pengikut dewa lain yang lebih popular, hal ini dibuktikan bahwa ternyata ayah dari Ramses I bernama Seti I yang menandakan ia pengikut Seth.

Bastet / Bast
Bastet adalah dewi perlindungan dan kucing di Mesir Kuno. Ia adalah putri dari Ra, sang dewa matahari. Dewi ini dipuja semenjak masa Dinasti Kedua. Pusat pemujaannya terletak di Per-Bast (Bubastis dalam bahasa Yunani).
Bastet digambarkan sebagai seorang perempuan dengan kepala kucing yang jinak. Namun, sampai 1000 SM ia digambarkan sebagai singa betina. Ketika Ra menghancurkan musuhnya Apep, Bastet biasanya digambarkan sebagai kucing. Ketika digambarkan sebagai kucing, dia dihubungkan dengan bulan (anaknya Khonsu adalah dewa bulan). Ketika ditampilkan sebagai singa betina, ia dikaitkan dengan sinar matahari.
Bast adalah dewi api, kucing,pelindung rumah dan wanita hamil. Menurut salah satu mitos, dia adalah personifikasi jiwa Isis. Dia juga disebut sebagai "Putri dari Timur". Bastet seperti halnya kucing memiliki dua sisi kepribadiannya, jinak dan agresif. Dia jinak dan lembut dipandang di samping tugasnya sebagai pelindung rumah, dan wanita hamil, serta agresif karena sifat alaminya.

Nu / Nun
Dalam mitologi Mesir, Nu adalah pendewaan primordial jurang kekelaman berair. Dalam kosmogoni Ogdoad, namanya berarti jurang kekelaman. Karena menjadi sebuah konsep, Nu dipandang tidak memiliki jender, namun memiliki aspek yang dapat direpresentasikan sebagai wanita atau pria seperti kebanyakan dewa Mesir lain. Naunet (juga diucapkan Nunet) adalah aspek wanita, yang mana nama Nu ditampilkan dengan akhiran jender wanita. Aspek pria, Nun, ditampilkan dengan akhiran jender pria. Seperti konsep primordial tiga empat Ogdoad lainnya, aspek pria Nu digambarkan dengan kodok, atau pria kepala kodok. Dalam kesenian Mesir kuno, Nun juga muncul sebagai pria berjenggot dengan kulit biru-hijau yang merepresentasikan air. Naunet direpresentasikan dengan ular atau wanita berkepala luar.
Dan masih banyak lagi Dewa-Dewi Mesir lainnya

Ra / Re
Ra adalah dewa matahari Mesir kuno. Pada kelima dinasti ia menjadi dewa besar dalam agama Mesir kuno, diidentifikasi dengan ciri 'matahari tengah hari'. Ra banyak berubah dari waktu ke waktu, terdapat juga nama Kota asal dewa yaitu kota Heliopolis yang berarti “Kota Matahari” oleh orang Yunani Kuno.
kemudian,Ra bergabung dengan dewa Horus, sebagai Re-Horakhty. Ketika mencapai posisi penting dalam jajaran Mesir, ia dipercaya untuk memimpin langit, bumi, dan di bawah tanah. Dia dikaitkan dengan elang, serta simbol dewa matahari yang melindungi fir’aun.

Osiris / Wesir
Osiris digambarkan sebagai dewa yang menggunakan mahkota, yang mirip dengan mahkota putih dari Mesir. Dia juga membawa crook dan cambuk. Alat yang menyerupai lekukan diperkirakan untuk mewakili Osiris yang berperan sebagai Dewa Gembala

Amon / Amun
Amon adalah seorang dewa dalam mitologi Mesir yang biasa disebut Amun-Ra. Berperan sebagai dewa pencipta , ia adalah pelindung kaum miskin dan pusat kesalehan. Amun menciptakan dirinya sendiri, tanpa ibu dan ayah, dan selama 'Kerajaan Baru' di Mesir ia menjadi Dewa Besar do teologi Mesir.. Amun-Ra, tidak secara fisik yang menciptakan alam semesta. Posisinya adalah sebagai Raja Dewa. Selain Osiris, Amun-Ra adalah nama Dewa yang paling banyak yang tercatat dalam peninggalan-peninggalan Mesir.

Isis / Aset
Isis adalah Dewi di mesir kuno, dia juga disembah di beberapa negara di seluruh dunia semisal Yunani-Romawi. Dia dipuja sebagai ibu yang ideal, istri, pelindung alam dan sihir. Dia adalah teman budak, orang-orang berdosa, pengrajin, kaum tertindas, serta mendengarkan doa orang-orang kaya, gadis, bangsawan dan penguasa. Isis adalah dewi ibu dan kesuburan.

Hathor / Hethert
Hathor adalah seorang Dewi Mesir Kuno yang dipersonifikasikan dengan feminin, cinta, keibuan dan sukacita. Dia adalah salah satu dewi yang paling penting dan paling populer sepanjang sejarah Mesir Kuno. Hathor yang disembah oleh masyarakat umum, dan gambarnya banyak terdapat pada kuburan orang Mesir Kuno dia digambarkan sebagai “pemimpin Barat” menyambut orang mati ke kehidupan selanjutnya. Peran lain dia adalah seorang dewi musik, tari, dan kesuburan, yang membantu perempuan dalam proses melahirkan.

Horus / Heru
Horus adalah salah satu dewa yang paling tua dan paling penting didalam agama Mesir kuno, yang di puja, setidaknya sampai akhir periode Predinastik pada masa Yunani-Romawi. Berbagai bentuk rupa Horus dicatat dalam sejarah. Bentuk paling umum adalah Horus Falcon yang merupakan dewa pelindung Nekhen di Mesir.

Mayet / Ma'at
Ma'at adalah Dewi Mesir kuno dengan konsep kebenaran, keseimbangan, keteraturan, hukum, moralitas dan keadilan. Dewi Ma'at juga di anggap sebagai Dewi yang mengatur bintang – bintang, musim dan cuaca, serta tindakan-tindakan baik manusia dan para dewa, yang mengatur alam semesta dari kekacauan. Peran utamanya dalam mitologi Mesir berurusan dengan penimbangan jiwa-jiwa yang terjadi di dunia bawah, bulu nya digunakan untuk menimbang apakah jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal akan mencapai surga dengan selamat atau terlempar ke neraka.

Nephthys / Nebt-het
Nephthys adalah dewi yang asalnya belum ditentukan, namanya mengandung arti “Lady of the House,” Dia adalah Dewi “ibu rumah tangga,”.

Anubis / Yinepu
Anubis adalah dewa pelindung dari kematian dan pembawa manusia ke alam baka. Dia biasanya digambarkan sebagai manusia berkepala serigala atau setengah manusia, setengah serigala, atau dalam bentuk serigala lengkap mengenakan ankh dan memegang cambuk di lekuk lengannya. Serigala itu sangat kental dengan kuburan di Mesir kuno,warna daging yang membusuk pada mumi dan terdapat tanah hitam di lembah Sungai Nil, melambangkan kelahiran kembali

Suchos / Sobek
Di Mesir kuno, Dewa Sobek digambarkan sebagai seorang laki-laki dengan kepala buaya. Dianggap sebagai pelindung pasukan Pharaoh, ia ditampilkan dengan simbol otoritas raja. Dia juga digambarkan membawa ankh di tangan kirinya seperti dewa-dewa lain, yang mewakili kemampuannya untuk melawan kejahatan dan menyembuhkan penyakit. Ia pernah menjadi Sobek-Ra, ia juga digambarkan dengan memakai cakram matahari di atas kepalanya.

Thoth / Djehuty
Thoth dianggap sebagai salah satu dewa yang penting di Mesir,
sering digambarkan dengan lelaki dengan kepala burung, dari suatu Ibis. Dia memimpin masyarakat setempat, Thoth diberi nama Hermopolis oleh orang-orang Yunani.

Sachmis / Sekhmet
adalah dewi Mesir Hulu. Dia digambarkan berkepala singa betina. Dikatakan bahwa nafasnya menciptakan gurun pasir. Dia dipercaya sebagai pelindung Pharaoh dan pemimpin pertempuran. Pemujaannya sangat dominan di Mesir, ketika Pharaoh pertama dari Dinasti kedua belas, Amenemhat I, memindahkan ibukota Mesir ke Itjtawy, pusat pemujaan Sekhmet juga ikut dipindah. Sekhmet juga merupakan dewi matahari, kadang-kadang dianggap sebagai aspek dari dewi Hathor dan Bast. Dia memakai cakram matahari dan Uraeus yang dengan demikian menghubungkannya dengan Wadjet dan kerajaan. Dengan segala asosiasi ini, dia bisa disebut sebagai juru damai dari dewi Ma'at di Ruang Penghakiman Osiris.

Ptah
Dalam Mesir Kuno, Ptah adalah dewa yang membentuk bumi. Ia hanya tinggal membayangkan dalam hati kemudian mengucapkannya. Ptah juga diyakini sebagai Dewa Pengrajin, dia diyakini yang mengilhami pembuatan bangunan megah nan kuat ala Mesir seperti Piramida Giza, Spynx, Kuil Abu Simbel dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu dia juga dewa pengrajin emas, armor, patung dan seni mesir kuno lainnya.

Seth / Set
Dikenal sebagai tokoh antagonis dalam mitologi mesir merupakan dewa penguasa langit malam dan penguasa gurun, dan merupakan saudara dari Osiris (sekaligus pembunuhnya ) seperti biasa mitologi mesir kebanyakan mengambarkan dewanya dengan setengah manusia dan setengah hewan (kemungkinan besar armadilo kuno). Set membunuh osiris dan horus anaknya membalas dendam setelah berhasil mengalahkan set dalam pertarungan non stop selama 70 tahun. Walaupun Set merupakan dewa antagonis tapi dalam masyarakat mesir ia juga dihormati, karena ketika ia membunuh Osiris, Seth juga berkontribusi dalam mengembangkan kepercayaan akan adanya reinkarnasi, dan para pengikut mesir tidak mendapat diskriminasi dari pengikut dewa lain yang lebih popular, hal ini dibuktikan bahwa ternyata ayah dari Ramses I bernama Seti I yang menandakan ia pengikut Seth.

Bastet / Bast
Bastet adalah dewi perlindungan dan kucing di Mesir Kuno. Ia adalah putri dari Ra, sang dewa matahari. Dewi ini dipuja semenjak masa Dinasti Kedua. Pusat pemujaannya terletak di Per-Bast (Bubastis dalam bahasa Yunani).
Bastet digambarkan sebagai seorang perempuan dengan kepala kucing yang jinak. Namun, sampai 1000 SM ia digambarkan sebagai singa betina. Ketika Ra menghancurkan musuhnya Apep, Bastet biasanya digambarkan sebagai kucing. Ketika digambarkan sebagai kucing, dia dihubungkan dengan bulan (anaknya Khonsu adalah dewa bulan). Ketika ditampilkan sebagai singa betina, ia dikaitkan dengan sinar matahari.
Bast adalah dewi api, kucing,pelindung rumah dan wanita hamil. Menurut salah satu mitos, dia adalah personifikasi jiwa Isis. Dia juga disebut sebagai "Putri dari Timur". Bastet seperti halnya kucing memiliki dua sisi kepribadiannya, jinak dan agresif. Dia jinak dan lembut dipandang di samping tugasnya sebagai pelindung rumah, dan wanita hamil, serta agresif karena sifat alaminya.

Nu / Nun
Dalam mitologi Mesir, Nu adalah pendewaan primordial jurang kekelaman berair. Dalam kosmogoni Ogdoad, namanya berarti jurang kekelaman. Karena menjadi sebuah konsep, Nu dipandang tidak memiliki jender, namun memiliki aspek yang dapat direpresentasikan sebagai wanita atau pria seperti kebanyakan dewa Mesir lain. Naunet (juga diucapkan Nunet) adalah aspek wanita, yang mana nama Nu ditampilkan dengan akhiran jender wanita. Aspek pria, Nun, ditampilkan dengan akhiran jender pria. Seperti konsep primordial tiga empat Ogdoad lainnya, aspek pria Nu digambarkan dengan kodok, atau pria kepala kodok. Dalam kesenian Mesir kuno, Nun juga muncul sebagai pria berjenggot dengan kulit biru-hijau yang merepresentasikan air. Naunet direpresentasikan dengan ular atau wanita berkepala luar.
Dan masih banyak lagi Dewa-Dewi Mesir lainnya
Senin, 26 Maret 2012
Mitologi Mesir_Penciptaan dunia

Bangsa mesir merupakan bangsa yang terkenal sudah mempunyai peradaban dan teknologi yang maju sejak 3000 tahun sebelum masehi, mereka sudah mempunyai keahlian dalam arsitektur, astronomi dan ciri khas mereka adalah mummifikasi yang sampai sekarang masih menjadi misteri, dimana hal ini terkait dengan kepercayan mereka.
Menurut catatan sejarah, bangsa Mesir Kuno menyembah banyak Dewa (poly theis) dan belum menemukan paham Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, para Dewa merupakan makhluk-makhluk yang lebih berkuasa daripada umat manusia dan mengatur aspek-aspek kehidupan umat manusia.
Para dewa mempunyai peran dalam memberkati manusia, melindungi manusia, menghukum manusia, dan mencabut ajal manusia. Dewa-Dewi dalam kepercayaan bangsa Mesir Kuno merupakan penguasa setiap bagian dan unsur alam. Para Dewa merupakan Tuhan tersendiri sesuai dengan kemahakuasaan yang dimilikinya. Para Dewa yang menentukan nasib setiap orang.
Bangsa Mesir Kuno sangat memuliakan Dewa mereka.Tempat memuja para Dewa dan sesuatu yang berkaitan dengan para Dewa (seperti kitab, pusaka, dan kutukan) sangat dikeramatkan. Konon makam-makam para Raja dan kuil-kuil Mesir dilindungi Dewa dan mengandung suatu kutukan bagi orang yang berniat jahat.
Mesir mempunyai Mitologi yang komplex, terkait dengan perubahan masa dari kepimpinan dan perbedaan kota dimana dapat terjadi perbedaan mitologi antar kota namun terkadang terjadi juga penggabungan mitologi dari kota-kota yang berbeda, misalnya Amon dari thebes dengan Ra dari Heliopolis, menjadi Amon Ra.
Walaupun mempunyai sistem mitologi yang lebih Rumit dari Mitologi lain, mitologi mesir mempunyai keasyikan tersendiri dalam mempelajarinya.
Seperti sudah disampaikan oleh om Desmon bahwa dalam mitologi Mesir banyak versinya tergantung penguasa dan lokasi. Untuk mitos penciptaan sendiri ada versi yang berpusat pada dewa Ra, Atum, Ptah, Aten, dll. Saya akan menceritakan mitos penciptaan yang berfokus pada Ra

Penciptaan Dunia (versi: Ra)
Pada awalnya tidak ada daratan di dunia, yang ada hanyalah lautan tak bertepi yang disebut Nun. Tak ada cahaya melainkan hanya kegelapan. Kemudian dari Nun terlahirlah sebuah telur yang bercahaya terang, dan dari telur ini muncullah dewa Ra (Re).
Ra sangatlah kuat dan berkuasa. Dia bisa berubah menjadi banyak wujud. Ra mempunyai banyak nama, dan salah satunya adalah nama rahasianya yang tidak diketahui oleh siapapun selain oleh Ra sendiri. Kekuasaan Ra terletak pada nama rahasia itu.
Ra menciptakan berbagai unsur dunia dengan menyebutkan nama mereka. Ra berkata, "Akulah Khepera saat fajar, Ra saat siang, dan Atum saat petang." Dan seketika itu muncullah matahari yang menerangi dunia untuk pertama kali. Ra berucap Shu dan angin pertama pun bertiup. Ra berucap Tefnut dan hujan pun turun. Ra berucap Geb, dan daratan pun terhamparkan. Ra berucap Nut dan langit muncul menutupi bumi (Dalam versi lainnya Geb dan Nut adalah anak dari Shu dan Tefnut). Ra berucap Hapy dan sungai Nil pun mengalir. Lalu Ra menciptakan semua yang lain yang ada di bumi. Sementara umat manusia diciptakan dari keringat dan air mata Ra.
Setelah itu Ra berubah wujud menjadi manusia dan menjadi Firaun pertama yang memerintah Mesir selama ribuan tahun. Pada masa pemerintahannya, Ra memberikan anugerah pada manusia sehingga manusia memperoleh panen yang sangat baik.

Penciptaan Dunia (versi: Heliopolis)
Pada Awalnya, Dunia Berada Dalam Kondisi Kacau Balau Semua dimulai dari adukan tak teratur (chaos), Atum mengharapkan dia mempunyai roh dan tubuh fisik, setelah itu dia menciptakan sebuah bukit kecil, bila tidak dalam dunia yang kacau-balau dia dia tidak ada tempat untuk berpijak.
Atum adalah dewa yang bukan pria maupun wanita, matanya bisa memandang segala hal. Dari mulutnya dikeluarkan seorang anak, Shu adalah dewa udara; setelah itu dia keluarkan dari mulutnya lagi seorang anak perempuan, Tefnut dewa dari kelembaban. Mereka berdua diberi tugas mengubah kondisi semrawut alam semesta.
Shu dan Atum menciptakan Geb dewa bumi dan juga Nut dewa langit, pada mulanya Geb dan Nut berlilit jadi satu, namun Geb berusaha tegak kembali, kemudian secara perlahan-lahan tatanan dunia baru akhirnya terbentuk, namun Shu dan Geb hilang dalam kegelapan.
Nut di gambarkan merentangkan kaki dan tangan ke 4 penjuru dunia sehingga menutupi bumi dan setiap hari melahirkan matahari dan pada malam memakan kembali matahari, siklus tersebut berulang setiap hari.
Atum mengorek mata dirinya untuk mencari Shu dan Geb, akhirnya Shu dan Geb berhasil kembali ke sisi Atum. Atum sangat gembira, sangat terharu hingga meneteskan air mata, setiap tetesan airmatanya jatuh ke bumi terciptalah seorang manusia.
Geb dan Nut melahirkan empat orang anak Osiris dan Isis (menjadi suami istri), Set dan Nephthys (menjadi suami istri juga). Kesembilan dewa ini dinamakan Nine Gods of Heliopolitan ENNEAD.
sumber :
kaskus.us
Thread: Egyptan Mythology: Kumpulan kisah-kisah mitologi Mesir
Minggu, 25 Maret 2012
Egyptian Book of the Dead_Buku Kematian orang Mesir

Book of the Dead, Kitab Kematian, adalah nama umum bagi teks tentang penguburan Mesir kuno yang dikenal sebagai The Book of Coming or Going Forth By Day. Nama “Book of the Dead diberikan oleh seorang Egyptologist Jerman, Karl Richard Lepsius, yang menerbitkan teks pilihan dari beberapa teks itu pada tahun 1842.
Teks itu awalnya diukir pada bagian luar sarkofagus, tetapi kemudian ditulis di papirus dan dikuburkan dalam sarkofagus bersama-sama si mati. Teks-teks lain sering menyertai teks utama, termasuk hypocephalus (berarti ‘di bawah kepala’) yang merupakan versi primer dari keseluruhan teks.
Book of the Dead merupakan kumpulan mantra, tenung, sandi, nomor dan formula ajaib untuk digunakan si mati almarhum di akhirat. Hal ini menggambarkan prinsip dasar dari mitologi Mesir.
Teks-teks itu dimaksudkan sebagai pemandu bagi orang mati dalam melalui berbagai cobaan sebelum mencapai akhirat. Pengetahuan tentang mantra yang tepat dianggap penting untuk mencapai kebahagiaan setelah kematian. Mantra atau tenung dalam teks-teks itu berbeda, tergantung pada keunggulan dan faktor kelas sosial.
Book of the Dead biasanya digambarkan dengan gambar-gambar yang menunjukkan cobaan yang akan dihadapi almarhum. Anubis, konon, akan menimbang hati orang yang meninggal. Dan, dalam penimbangan tersebut, bulu dewi Ma’at atau dewi kebenaran menjadi pembandingnya. Jika lebih ringan dari bulu itu, berarti hati si mati tidak dibebani dosa sehingga diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. Dewa Thoth kemudian akan mencatat hasilnya sementara raksasa Ammit akan menunggu di dekatnya untuk memakan hati si mati guna membuktikan layak tidaknya si mati untuk meneruskan perjalanan.
Versi teks paling awal yang diketahui berasal tanggal dari abad ke-16 SM atau saat pemerintahan Dinasti ke-18 (1580 SM-1350 SM). Sebagian dimasukkan ke dalam dua koleksi literatur keagamaan Mesir sebelumnya, yaitu Teks Coffin (2000 SM) dan Teks Piramida (2600 SM-2300 SM). Keduanya pun akhirnya digantikan oleh Book of the Dead.
Catatan: Perlu diketahui, bahwa Book of the Dead yang memuat tentang Ani, Papirus Ani, pada awalnya setebal 78 ft. Lalu, dipisahkan menjadi 37 lembar serta disesuaikan dengan baba dan topiknya.
Berikut ini merupakan versi warna indah dari Papirus Ani, salah satu Book of the Dead yang sering dikuburkan bersama orang mati. Tampak dalam gambar, Ani (pria dengan istrinya membungkuk kepada para dewa). Sementara itu, Anubis menimbang hatinya, dewa Thot mencatat acara dan Ammit menunggu dengan sabar.
Ada beberapa buku EW Budge yang berisi tentang papirus tersebut. Tapi, versi Faulkner lebih baik dan lebih indah.
Arkeolog menemukan papirus tersebut di pemakaman Nany (NAH-nee), seorang wanita berusia tujuhpuluhan. Ia seorang chantress (penyanyi ritual) dewa Amun-Re dan disebut sebagai “Putri Raja” [mungkin berarti ia putri dari pendeta tinggi Amun dan raja tituler, Pinodjem I].
Seperti kebiasaan yang berlangsung selama Periode Menengah Ketiga, peti mati dan kotak shawabtis (simbol akhirat) wanita itu disertai oleh seorang figur Osiris yang terbuat dari kayu berongga. Figur Osiris itu berisi gulungan papirus yang bertuliskan kumpulan teks Book of the Dead. Panjangnya, lebih dari tujuh belas kaki ketika digulung. Sementara itu, inskripsi hieroglif ditulis oleh seorang juru tulis dan ilustrasi dilukis oleh seniman.
Gambar adegan menunjukkan klimaks dari perjalanan ke alam baka. Nany berada di aula pengadilan akhirat. Sambil memegang mulut dan matanya, ia berdiri di sebelah kiri neraca besar. Hatinya sedang ditimbang dan dibandingkan dengan bulu yang terikat di kepala dewi Ma’at [direpresentasikan dengan sosok mungil memakai bulu di kepalanya]. Di sebelah kanan, dengan mahkota tinggi dan jenggot melengkung, Osiris, dewa akhirat dan reinkarnasi tengah duduk memimpin acara penimbangan. Di depannya mengonggok daging sapi.
Anubis mengatur neraca ketika dewa Thot, dewa kebijaksanaan yang dilambangkan dengan babon, duduk di atas balok keseimbangan dan bersiap untuk menuliskan hasil penimbangan. Di belakang Nany berdiri dewi Isis, saudara perempuan Osiris. Ia diidentifikasi oleh hieroglif di atas kepalanya.
Pengadilan yang terdiri dari empatpuluh dua dewa menanyai Nany tentang perilakunya semasa hidup. Ia menjawab negatif atas setiap pertanyaan yang diajukan―sering disebut pengakuan negatif.
Dalam adegan ini Nany dinyatakan benar sehingga layak masuk akhirat. Hatinya tidak lebih berat dari gambar dewi Ma’at. Anubis berkata kepada Osiris, “Hatinya adalah saksi yang akurat,” dan Osiris menjawab, “Berikan kepadanya mata dan mulutnya, karena hatinya adalah saksi yang akurat.”
Pada gambar horisontal di bagian atas menceritakan kemunculan Nany muncul dalam tiga babak: menyembah palet ilahi, memuji patung Horus dan berdiri di samping makam sendiri.
diambil dari:
mamanunung.wordpress.com
Cara Membuat Mumi

Pengeluaran Otak
Mula-mula, orang Mesir mengeluarkan otak mayat terlebih dahulu. Saat itu, orang Mesir belum mengetahui betapa pentingnya fungsi otak. Cara pengeluarannya bermacam-macam. Salah satu caranya adalah membuka lempengan tengkorak mayat, mengeluarkan otaknya, lalu menutupnya kembali. Cara ini agak berbahaya karena mereka harus memasang lempengan tengkorak sesuai tempatnya sebelumnya
Cara lain yg lazim dipakai adalah memakai semacam kawat dengan ujung mirip kail yg bengkok di ujungnya. Kawat itu dimasukkan ke dalam hidung & masuk ke otak menembus langit-langit hidung & syaraf penciuman. Bila sudah sampai ke otak, mereka akan menarik ulur kawat itu maju mundur, seperti orang yg mengaduk adonan. Karena otak itu hancur akibat gerakan kawat, maka otak itupun akan mengalir ke luar tubuh melaluilubang hidung. Untuk memudahkan proses pengaliran keluar cairan otak, mereka membaringkan mayat iu dalam posisi tengkurap. Untuk mengambil caian yg masih tersisa di hidung, mereka menggunakan semacam sendok untuk mengambil cairan otak
Proses pengeluaran otak biasanya memakan waktu sampai 2 hari. Jika sudah, maka para embalmers (pembuat mumi) memasukkan kain linen ke dalam rongga otak mayat melalui lubang yg sudah ada. Mereka juga memasukkan semacam resin/getah (biasanya damar) ke dalam rongga otak untuk mencegah rusaknya linen di dalam
Pengeluaran Organ Tubuh
Para embalmers akan membuat sayatan di tubuh calon mumi, biasanya di daerah perut sebelah kiri. Mereka kemudian mengeluarkan organ-organ dalam tubuh seperti usus, hati, paru-paru, & lambung. Sebabnya adalah karena organ-organ tersebut merupakan organ-organ yg mudah membusuk. Akan tetapi, mereka tidak mengeluarkan jantung jenazah. Hal ini karena orang Mesir percaya jantung merupakan sumber nyawa bagi manusia & jiwa seseorang masih tinggal di badannya walaupun ia sudah mati. Karena itu mereka berpikir jantung penting bagi orang Mesir untuk kehidupan sesudah kematian
Organ-organ dalam tadi kemudian dimasukan kedalam 4 buah guci. Guci-guci tersebut melambangkan 4 anak Dewa Horus, mereka adalah :
Imsety berwujud manusia lelaki, melindungi hati dan dilindungi juga oleh Isis
Hapi berwujud baboon, melindungi paru-paru dan dilindungi juga oleh Nephthys
Duamutef berwujud anjing jackal, melindungi usus dan dilindungi juga oleh Neith
Qebehsenuef berwujud elang, melindungi lambung dan dilindungi juga oleh Serket.
Guci-guci itu nantinya juga disertakan dikuburan mumi.

Pengawetan
Fase selanjutnya setelah mengeluarkan organ-organ tubuh - kecuali jantung - dari tubuh jenazah adalah mengawetkan bagian dalam tubuh. Untuk melakukannya, mereka akan mencuci/membasuh isi tubuh sang jenazah dengan cairan natron & anggur. Natron adalah nama semacam senyawa campuran garam & soda yg biasa ditemukan di oasis Natrun, dekat Kairo. Jika sudah dibasuh, maka tubuh yg sudah dibersihkan dengan natron ini akan diberi natron padat. Tujuannya adalah agar tubuh jenazah mengering & siap untuk diawetkan lebih lanjut. Untuk mengawetkan bagian luar tubuh jenazah, mereka akan menaburinya dengan bubuk natron. Jika tidak ada natron, maka embalmers akan menggantinya dengan garam
Usai pengawetan tahap pertama, embalmers akan mendiamkan jenazah selama 40 hari di atas semacam meja batu. Tujuannya adalah agar seluruh cairan dalam tubuh jenazah mengering akibat pengaruh natron. Terkadang, selama proses ini ada bagian tubuh dari jenazah, semisal jari tangan, yg terlepas akibat proses pembusukan yg sudah lama sejak sebelum pengawetan. Bila bagian tubuh tersebut tidak bisa lagi "dipertahankan", embalmers akan menggantinya dengan benda-benda lain semisal kain linen, kayu, atau emas sebagai pengganti bagian tubuh yg hilang. Yg terpenting, tubuh jenazah yg akan diawetkan harus memiliki anggota tubuh lengkap
Pemumian/Pembalutan
Setelah melalui fase pengeringan, tubuh jenazah tidak langsung dibalut. Tubuh jenazah akan dibersihkan lagi & melalui lubang sayatan tadi, tubuh jenazah akan diisi dengan lebih banyak natron, kain linen, rempah-rempah, dsb. Jika sudah, perut jenazah kemudian akan dijahit kembali agar tertutup. Tubuh mumi selanjutnya akan dibaluri dengan getah damar & minyak wangi. Setelah itu, barulah tubuh mumi dibalut dengan kain linen yg amat panjang. Jimat-jimat pelindung juga disisipi ke dalam balutan-balutan tersebut seperti Egyptian Book of The Dead. Embalmers juga membuatkan semacam mahkota & topeng yg mirip dengan wajah jenazah semasa masih hidup untuk mumi. Topeng ini dibuat dari semacam bahan yg disebut papier marche, namun ada juga yg terbuat dari lempengan emas murni, seperti topeng Firaun Tutankhamon
Pemetian & Penguburan
Mumi yg sudah jadi akan dimasukkan ke dalam peti mati. Terkadang, peti yg dipakai bisa sampai beberapa buah dengan ukuran berbeda-beda untuk satu mumi, sehingga mumi seolah-olah seperti masuk dalam peti yg berlapis-lapis. Peti ini biasa terbuat dari batu. Mumi yg sudah dimasukkan ke dalam peti kemudian dimasukkan ke dalam sarkofagus, semacam peti mati khusus yg dihiasi ukiran-ukiran & seingkali terbuat dari emas murni. Proses pembuatan mumi seperti ini hanya bisa dilakukan oleh raja-raja, bangsawan, atau orang kaya. Untuk orang biasa, proses pembuatan mumi sama seperti di atas, namun mereka tidak mengeluarkan isi perut mereka & tanpa memakai rempah-rempah atau minyak wangi yg mahal. Mumi orang biasa juga tidak dimasukkan ke dalam sarkofagus atau peti yg banyak, namun hanya dengan peti kayu sederhana
Pada raja-raja, sarkofagus ini selanjutnya akan dikuburkan ke dalam piramid. Dalam ruangan tempat menyimpan sarkofagus juga dilengkapi dengan perhiasan atau benda-benda berharga yg amat mahal semisal emas, karena mereka percaya jiwa orang mati tetap berada di dalam mumi & mereka akan senang bila ada benda-benda kesenangan mereka di dekatnya. Karena itulah, ada banyak pemburu harta karun yg mengincar harta mumi ini (rata-rata para pemburu harta ini justru adalah orang yg ikut terlibat dalam pembuatan mumi & piramid karena piramid itu dilengkapi labirin yg ruwet & tidak sembarangan orang bisa masuk & keluar dengan selamat tanpa terjebak)
Pada orang biasa, peti berisi mumi hanya dikuburkan begitu saja seperti prosesi penguburan biasa & pada orang-orang kaya/bangsawan, peti berisi mumi itu akan dikuburkan secara biasa, namun di atas kuburannya diberi semacam kubah besar. Sebelum pembuatan mumi dikenal,orang Mesir hanya menguburkan jenazah begitu saja ke dalam lubang di gurun. Kondisi gurun di Mesir yg amat panas & kering menyebabkan terjadinya proses pengawetan secara alamiah
Sedikit tambahan, para ahli percaya bahwa bentuk geometris piramid berupaa limas yg mengerucut di atasnya memiliki kemampuan untuk mengumpulkan semacam gelombang-gelombang elektromagnetik yg membantu proses pengawetan benda-benda organik di alamnya & menjaga kestabilan metabolisme makhluk hidup. Seorang ahli konon pernah mencoba menaruh daging ke dalam miniatur piramid & setelah beberapa hari, daging tersebut tidak membusuk. Hal lain seputar piramid yg masih menjadi misteri adalah pada Piramida Giza, piramida terbesar di dunia, setiap sudut di pondasi piramid menghadap ke 4 penjuru mata angin yg berbeda secara tepat alias tanpa melenceng. Belum ada yg tahu pasti kenapa
Menurut para ahli, total waktu pembuatan mumi pada raja-raja atau orang-orang elit memakan waktu 70 hari, yaitu 40 hari untuk pengeringan tubuh mumi dan 30 hari untuk membungkusnya
Langganan:
Postingan (Atom)

