Tampilkan postingan dengan label Athena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Athena. Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Mei 2012
Kisah seruling ganda (Aulos)
Athena sang dewi perang, seni dan kebijaksanaan ternyata menikmati seni musik, Dia menciptakan Aulos, seruling ganda. Dia suka memainkannya sendirian, tapi wajahnya akan merah padam ketika Hera dan Aprhodite memergokinya sedang memainkan aulos. Sewaktu memainkan alulos, pipi Athena akan menggelembung dan itu membuat Hera dan Aprhodite tertawa cekikikan melihatnya. Athena, bersama sama dengan Hera dan Aprhodite merupakan 3 dewi tercantik di Olimpus. Merasa diejek terus-menerus oleh Hera dan Aprhodite, Athena jengkel dan membuang aulos kebumi sambilmengutuknya. Kemudian dia melanjutkan hobi lamanya, membaca dan menenun.
Selasa, 10 April 2012
ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (4)
Athena dan Tiresias
“Adalah diantara warga Thebes, seorang peramal bernama Teiresias, putra Eueres dan peri Khariklo… dan ia tidak bisa melihat… Konon, kebutaannya itu disebabkan oleh Athena” (Apollodorus, The Library)

Athena hanya mencintai keindahan dan keterampilan para seniman sejati. Ia mengingkari kesenangan pada diri sendiri, sebab itu ia tidak pernah jatuh cinta dan menikah. Maka tidak heran saat seorang laki-laki memergokinya sedang tidak berbusana, Athena merasa sangat malu dan terhina. Walaupun laki-laki itu tidak bermaksud jahat dan tidak sengaja, sang dewi menutup kedua mata laki-laki itu dan lelaki malang itu kehilangan penglihatannya.
Ketika Athena melihat laki-laki buta itu berjalan tersaruk-saruk, ia merasa iba dan ingin mengembalikan penglihatnnya seperti semula, tetapi itu tidak mungkin. Jadi untuk memperbaiki kesalahannya, Athena mempertajam pendengaran laki-laki itu sehingga mengerti bahasa burung dan bisa meramal masa depan serta menghadiahkannya tongkat kayu ajaib yang dapat menuntunnya seperti orang yang bisa melihat.
Laki-laki itu adalah Teiresias yang kemudian menjadi peramal terbesar dan namanya sering disebut-sebut dalam sejarah Mitologi Yunani.
Athena dan Arakhne

Di saat-saat sang dewi sedang sendirian, ia lebih senang melakukan kegemarannya, yaitu menenun. Kalau Athena sedang menenun dan menyulam, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja dengan alat tenunnya dan melupakan semua persoalan. Keahliannya ini kemudian diajarkannya kepada manusia hingga semua wanita bisa menenun sebaik dan hasilnya seindah hasil tenunannya.
Tapi tak seorangpun wanita di dunia yang berani menyombongkan hasil tenunnya melebihi karya sang dewi, kecuali satu orang. Wanita yang berasal dari Lydia itu bernama Arakhne yang angkuh dan sering meremehkan hasil karya orang lain. Hasil tenunannya memang sangat bagus dan indah sehingga keahliannya hampir menyamai keahlian Athena.
Suatu hari di depan orang banyak yang mengagumi hasil tenunannya, Arakhne kembali menyombongkan dirinya bahwa ia lebih baik dari Athena dan menantang sang dewi untuk datang dan membuktikan siapa yangterbaik di antara mereka berdua.
Athena yang ingin menghukum wanita sombong ini, segera menemui Arakhne dan menjawab tantangannya. Keduanya berlomba-lomba menyelesaikan tenunannya dengan gerakan cepat dan lincah. Jari-jari mereka menari di antara benang warna-warni dan menyulamnya hingga menjadi hasil karya yang begitu menakjubkan.
Setelah selesai, keduanya memamerkan hasil tenunannya di depan semua orang. Karya sang dewi menggambarkan Akropolis yang permai dan seluruh dewa-dewa Olympos tampak sedang berkumpul di dekat Kekrops untuk menentukan siapa yang berhak melindungi kota, Poseidon atau Athena. Seluruh gambar itu dibingkai oleh rangkaian buah zaitun sehingga memepercantik hasil tenunan Athena itu.

Sedangkan Arakhne, dengan hasil karya yang sama sempurnanya seperti karya Athena, sebaliknya menggambarkan dewa-dewa Olympos penuh penghinaan dan penuh nafsu liar. Ia memang bermaksud untuk merendahkan dan menghina dewa-dewa Olympos di atas tenunannya itu. Ketika melihat hasil karya Arakhne yang sempurna tanpa cacat, kemarahan Athena tak tertahankan lagi. Ia segera merobek-robek hasil karya Arakhne dan membuangnya ke lantai.
Arakhne yang tidak tahan dipermalukan seperti itu di depan orang banyak mengambil seutas tali dan berniat menggantung dirinya sendiri, tetapi sang dewi mencegahnya:
“Hiduplah dan menenunlah sambil menggantung seperti sekarang ini… dan begitu pula yang dilakukan keturunanmu di kemudian hari.”
Seusai berkata-kata seperti itu, Athena mengubah Arakhne menjadi seekor laba-laba, yang dalam bahasa Yunani disebut juga dengan nama Arakhnês.
Sejak saat itu Arakhne dan keturunannya sambil menggantung diri terus-menerus menenun, seperti yang dulu pernah dikerjakannya. Tetapi saat ini tak ada seorangpun yang menyenangi hasil tenunannya itu karena setiap orang yang melihat jaring laba-laba di rumahnya pasti akan segera menyingkirkannya dan merusaknya.
Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com
“Adalah diantara warga Thebes, seorang peramal bernama Teiresias, putra Eueres dan peri Khariklo… dan ia tidak bisa melihat… Konon, kebutaannya itu disebabkan oleh Athena” (Apollodorus, The Library)

Athena hanya mencintai keindahan dan keterampilan para seniman sejati. Ia mengingkari kesenangan pada diri sendiri, sebab itu ia tidak pernah jatuh cinta dan menikah. Maka tidak heran saat seorang laki-laki memergokinya sedang tidak berbusana, Athena merasa sangat malu dan terhina. Walaupun laki-laki itu tidak bermaksud jahat dan tidak sengaja, sang dewi menutup kedua mata laki-laki itu dan lelaki malang itu kehilangan penglihatannya.
Ketika Athena melihat laki-laki buta itu berjalan tersaruk-saruk, ia merasa iba dan ingin mengembalikan penglihatnnya seperti semula, tetapi itu tidak mungkin. Jadi untuk memperbaiki kesalahannya, Athena mempertajam pendengaran laki-laki itu sehingga mengerti bahasa burung dan bisa meramal masa depan serta menghadiahkannya tongkat kayu ajaib yang dapat menuntunnya seperti orang yang bisa melihat.
Laki-laki itu adalah Teiresias yang kemudian menjadi peramal terbesar dan namanya sering disebut-sebut dalam sejarah Mitologi Yunani.
Athena dan Arakhne

Di saat-saat sang dewi sedang sendirian, ia lebih senang melakukan kegemarannya, yaitu menenun. Kalau Athena sedang menenun dan menyulam, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja dengan alat tenunnya dan melupakan semua persoalan. Keahliannya ini kemudian diajarkannya kepada manusia hingga semua wanita bisa menenun sebaik dan hasilnya seindah hasil tenunannya.
Tapi tak seorangpun wanita di dunia yang berani menyombongkan hasil tenunnya melebihi karya sang dewi, kecuali satu orang. Wanita yang berasal dari Lydia itu bernama Arakhne yang angkuh dan sering meremehkan hasil karya orang lain. Hasil tenunannya memang sangat bagus dan indah sehingga keahliannya hampir menyamai keahlian Athena.
Suatu hari di depan orang banyak yang mengagumi hasil tenunannya, Arakhne kembali menyombongkan dirinya bahwa ia lebih baik dari Athena dan menantang sang dewi untuk datang dan membuktikan siapa yangterbaik di antara mereka berdua.
Athena yang ingin menghukum wanita sombong ini, segera menemui Arakhne dan menjawab tantangannya. Keduanya berlomba-lomba menyelesaikan tenunannya dengan gerakan cepat dan lincah. Jari-jari mereka menari di antara benang warna-warni dan menyulamnya hingga menjadi hasil karya yang begitu menakjubkan.
Setelah selesai, keduanya memamerkan hasil tenunannya di depan semua orang. Karya sang dewi menggambarkan Akropolis yang permai dan seluruh dewa-dewa Olympos tampak sedang berkumpul di dekat Kekrops untuk menentukan siapa yang berhak melindungi kota, Poseidon atau Athena. Seluruh gambar itu dibingkai oleh rangkaian buah zaitun sehingga memepercantik hasil tenunan Athena itu.

Sedangkan Arakhne, dengan hasil karya yang sama sempurnanya seperti karya Athena, sebaliknya menggambarkan dewa-dewa Olympos penuh penghinaan dan penuh nafsu liar. Ia memang bermaksud untuk merendahkan dan menghina dewa-dewa Olympos di atas tenunannya itu. Ketika melihat hasil karya Arakhne yang sempurna tanpa cacat, kemarahan Athena tak tertahankan lagi. Ia segera merobek-robek hasil karya Arakhne dan membuangnya ke lantai.
Arakhne yang tidak tahan dipermalukan seperti itu di depan orang banyak mengambil seutas tali dan berniat menggantung dirinya sendiri, tetapi sang dewi mencegahnya:
“Hiduplah dan menenunlah sambil menggantung seperti sekarang ini… dan begitu pula yang dilakukan keturunanmu di kemudian hari.”
Seusai berkata-kata seperti itu, Athena mengubah Arakhne menjadi seekor laba-laba, yang dalam bahasa Yunani disebut juga dengan nama Arakhnês.
Sejak saat itu Arakhne dan keturunannya sambil menggantung diri terus-menerus menenun, seperti yang dulu pernah dikerjakannya. Tetapi saat ini tak ada seorangpun yang menyenangi hasil tenunannya itu karena setiap orang yang melihat jaring laba-laba di rumahnya pasti akan segera menyingkirkannya dan merusaknya.
Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com
ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (3)
Athena dan Erekhtheus
Erekhteus, raja Athena pengganti Kekrops konon adalah putra Athena dengan Hephaistos. Tetapi karena sang dewi tetap perawan, sebagian mitos menyebutkan Erekhtheus adalah putra Bunda Bumi dan Hephaistos sehingga disebut juga Erikhthonios (yang berasal dari Bumi). Setelah melahirkan Erektheus, Bunda Bumi menitipkannya kepada Athena untuk didik dan dirawat seperti bayinya sendiri. Sehingga sebagian orang berpendapat Athena lah yang melahirkan Erekhtheus.

Alih-alih menjaga Erekhtheus kecil, Athena menempatkan bayi itu ke dalam keranjang tertutup dan menaruh seekor ular keramat di sampingnya. Ia memberikan keranjang yang tertutup rapat itu kepada Aglauros, putri Kekrops. Athena berpesan agar Agaluros tidak sekali-kali membuka keranjang itu dan tidak mengatakan kepada siapapun bahwa sang dewi memberikan sesuatu kepada Aglauros.
Setelah itu Athena bergegas kembali ke Akropolis untuk melanjutkan pembangunan kota Athena, tetapi Agalauros mulai diusik rasa ingin tahu apa yang ada di dalam keranjang tersebut. Ia berniat membukanya tanpa mengindahkan peringatan sang dewi. Dan saat Aglauros membuka tutup keranjang itu… tiba-tiba seekor ular muncul dari balik selimut dan menjulurkan kepalanya siap menggigit Aglauros. Putri Kekrops itu menjadi panik dan ketakutan, ia lari terbirit-birit dan jatuh dari ketinggian Akropolis...

Saat itu, Athena sedang sibuk mengangkut batu-batu besar untuk memperkuat dinding Akropolis. Seekor burung gagak yang sedang lewat memberitahukan kejadian yang dialami oleh Aglauros itu kepada Athena. Sang dewi yang cemas dan terkejut langsung menjatuhkan begitu saja batu yang sedang dibawanya. Ia cepat-cepat berlari ke kediaman Agaluros untuk mengambil si bayi dan kemudian membawanya ke kuilnya untuk dirawat sendiri.
Sementara batu yang dijatuhkan oleh Athena tetap berdiri utuh di tempatnya sekarang dan dinamai Bukit Lykabettus (Lykavittos). Bukit ini mencuat persis di tengah-tengah pusat kota Athena, tidak jauh dari Akropolis. Sedangkan burung gagak yang membawa kabar buruk itu oleh sang dewi warna bulunya diubah dari putih bersih menjadi hitam legam dan suaranya juga menjadi parau dan memilukan. Demikianlah, sejak saat itu dewi Athena melarang burung gagak mendekati Akropolis untuk selamanya.
Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com
Erekhteus, raja Athena pengganti Kekrops konon adalah putra Athena dengan Hephaistos. Tetapi karena sang dewi tetap perawan, sebagian mitos menyebutkan Erekhtheus adalah putra Bunda Bumi dan Hephaistos sehingga disebut juga Erikhthonios (yang berasal dari Bumi). Setelah melahirkan Erektheus, Bunda Bumi menitipkannya kepada Athena untuk didik dan dirawat seperti bayinya sendiri. Sehingga sebagian orang berpendapat Athena lah yang melahirkan Erekhtheus.

Alih-alih menjaga Erekhtheus kecil, Athena menempatkan bayi itu ke dalam keranjang tertutup dan menaruh seekor ular keramat di sampingnya. Ia memberikan keranjang yang tertutup rapat itu kepada Aglauros, putri Kekrops. Athena berpesan agar Agaluros tidak sekali-kali membuka keranjang itu dan tidak mengatakan kepada siapapun bahwa sang dewi memberikan sesuatu kepada Aglauros.
Setelah itu Athena bergegas kembali ke Akropolis untuk melanjutkan pembangunan kota Athena, tetapi Agalauros mulai diusik rasa ingin tahu apa yang ada di dalam keranjang tersebut. Ia berniat membukanya tanpa mengindahkan peringatan sang dewi. Dan saat Aglauros membuka tutup keranjang itu… tiba-tiba seekor ular muncul dari balik selimut dan menjulurkan kepalanya siap menggigit Aglauros. Putri Kekrops itu menjadi panik dan ketakutan, ia lari terbirit-birit dan jatuh dari ketinggian Akropolis...

Saat itu, Athena sedang sibuk mengangkut batu-batu besar untuk memperkuat dinding Akropolis. Seekor burung gagak yang sedang lewat memberitahukan kejadian yang dialami oleh Aglauros itu kepada Athena. Sang dewi yang cemas dan terkejut langsung menjatuhkan begitu saja batu yang sedang dibawanya. Ia cepat-cepat berlari ke kediaman Agaluros untuk mengambil si bayi dan kemudian membawanya ke kuilnya untuk dirawat sendiri.
Sementara batu yang dijatuhkan oleh Athena tetap berdiri utuh di tempatnya sekarang dan dinamai Bukit Lykabettus (Lykavittos). Bukit ini mencuat persis di tengah-tengah pusat kota Athena, tidak jauh dari Akropolis. Sedangkan burung gagak yang membawa kabar buruk itu oleh sang dewi warna bulunya diubah dari putih bersih menjadi hitam legam dan suaranya juga menjadi parau dan memilukan. Demikianlah, sejak saat itu dewi Athena melarang burung gagak mendekati Akropolis untuk selamanya.
Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com
ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (2)
II. Asal Mula Berdirinya Kota Athena
Pada masa lampau, wilayah dimana kota Athena berdiri sekarang masih bernama Kekropia, yang diambil dari nama raja pertamanya, Kekrops. Kekrops adalah putra Bumi, mulai dari pinggang ke bawah tubuhnya berbentuk ular. Saat ia sedang mengawasi pembangunan kota baru itu dari puncak Akropolis, Poseidon sang dewa laut datang untuk menemuinya. Ia menginginkan kota baru itu diberi nama Poseidonia dan sebagai gantinya Poseidon akan membuat armada kota itu menjadi penguasa lautan dan tidak ada kekuatan yang sanggup menandinginya.

Agar Kekrops yakin dengan janji sang dewa laut itu, Poseidon memukulkan trisulanya ke atas batu dan dari tempat itu muncul sebuah sumur yang mengeluarkan mata air yang mengandung garam. Bila orang berlutut sambil menempelkan telinganya ke sumber mata air itu dan mendengar suara gemuruh lautan, jangan berlayar hari itu sebab badai akan mengamuk dan gelombang akan menelan setiap kapal yang berlayar di laut.
(Di masa-masa awal itu, semua dewa Olympos sedang memilih-milih kota di Yunani yang dikhususkan untuk menghormati satu dewa saja dan sebagai gantinya sang dewa akan melindungi kota tersebut. Contohnya, Aegina adalah kota kesayangan Zeus, Argos dilindungi oleh Hera atau Delphi yang memuja Apollo-pen.)
Saat Poseidon pergi, tiba-tiba muncul Athena di hadapan Kekrops. Sang dewi kebijaksanaan ini juga meminta Kekrops menamai kota itu dengan nama Athena dan dijanjikan kota yang akan menyandang nama sang dewi akan tumbuh menjadi pusat keindahan, kesenian, kesusastraan dan ilmu pengetahuan. Athena memukul batu dengan lembingnya dan muncullah pohon zaitun yang ranting-rantingnya sarat buah. Selain buahnya bisa dimakan dan minyaknya bisa digunakan untuk penerangan, ranting-ranting pohon ini akan menjadi lambang perdamaian untuk seluruh umat manusia.
Kekrops sangat gembira menerima hadiah dari sang dewi. Ia sangat menginginkan kota yang dibangunnya menjadi pusat kebudayaan dunia, tetapi Poseidon telah datang lebih dulu. Kekrops tidak bisa memutuskan nama apa yang ia akan pilih untuk kotanya: Poseidonia atau Athena?
Tiba-tiba Poseidon muncul kembali dan dengan trisulanya mencoba menghancurkan pohon zaitun Athena, tetapi Athena tidak tinggal diam. Ia meraih lembingnya dan menghalangi langkah sang penguasa lautan. Sikap berani Athena ini sangat melukai harga diri Poseidon dan ia menantang Athena untuk bertarung dengannya, satu lawan satu. Poseidon mengacungkan trisulanya yang menakutkan dan Athena mengarahkan lembing panjangnya yang gemerlapan, saling berhadap-hadapan.
Kedua dewa Olympos ini sudah akan saling menyerang saat tiba-tiba Zeus muncul di hadapan mereka berdua dan menengahi pertikaian di antara keduanya. Zeus sebenarnya ingin menghadiahkan kota itu untuk putri kesayangannya tetapi Poseidon yang pemarah tidak bisa dianggap remeh. Maka Zeus mengumpulkan semua dewa Olympos dan memutuskan masalah ini diselesaikan dengan cara pengambilan suara.

Satu persatu dewa Olympos lalu memberikan suaranya, apakah kota itu dihadiahkan untuk Poseidon atau Athena. Hasil akhirnya, semua dewi (Hera, Aphrodite, Demeter, Artemis dan Hestia) memberikan suaranya untuk Athena dan semua dewa memberikan suaranya untuk Poseidon (Hephaistos, Ares, Apollo dan Hermes). Karena Zeus tidak memilih, maka Athena menang dengan satu suara dan kota baru itu diberi nama Athena.
Ketika mengetahui dirinya kalah, Poseidon mengamuk. Ia mengaduk-aduk lautan dan menciptakan gelombang setinggi gunung untuk membanjiri daratan kota itu. Warga yang ketakutan bertanya kepada orakel apa yang harus mereka lakukan untuk menghentikan amarah Poseidon.

Jawaban orakel adalah seluruh wanita Athena harus melepaskan perannya sebagai pemimpin suku atau kepala keluarga dan anak-anaknya tidak boleh menyertakan nama ibunya di belakang namanya. Dan sejak saat itu, zaman dimana pemimpin keluarga adalah wanita lenyap sudah, digantikan oleh kaum laki-laki. Demikian juga, setiap anak mulai saat itu menyandang nama ayahnya bukan nama ibunya. Semua ini terjadi pada masa yang amat lampau, mungkin pada masa dimana kota Athena baru didirikan.
Setelah amarah Poseidon reda, penduduk Athena membangun sebuah kuil indah untuk menghormati Poseidon di tanjung Sainion, Athena. Sampai saat inipun di Akropolis masih terdapat mata air yang konon adalah mata air yang diciptakan Poseidon saat trisulanya dipukulkan ke tanah, dan saat kita mendekatkan telinga kita ke mata air tersebut, lamat-lamat akan terdengar suara gemuruh seperti suara badai di laut.
Demikian pula, pohon zaitun pemberian Athena masih bisa dilihat di Akropolis sampai sekarang, walaupun yang saat ini berdiri adalah pohon zaitun yang sudah ditanam berulangkali.
Konon, menurut Pausinias dalam tulisannya di Description of Greece, saat tentara Persia menyerbu dan membumihanguskan kota Athena, pohon zaitun itu ikut terbakar habis tetapi pada hari yang sama secara ajaib pohon zaitun itu tumbuh kembali mencapai tinggi 2 cubit/pekhys (kurang lebih 1 meter)
Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com
Pada masa lampau, wilayah dimana kota Athena berdiri sekarang masih bernama Kekropia, yang diambil dari nama raja pertamanya, Kekrops. Kekrops adalah putra Bumi, mulai dari pinggang ke bawah tubuhnya berbentuk ular. Saat ia sedang mengawasi pembangunan kota baru itu dari puncak Akropolis, Poseidon sang dewa laut datang untuk menemuinya. Ia menginginkan kota baru itu diberi nama Poseidonia dan sebagai gantinya Poseidon akan membuat armada kota itu menjadi penguasa lautan dan tidak ada kekuatan yang sanggup menandinginya.

Agar Kekrops yakin dengan janji sang dewa laut itu, Poseidon memukulkan trisulanya ke atas batu dan dari tempat itu muncul sebuah sumur yang mengeluarkan mata air yang mengandung garam. Bila orang berlutut sambil menempelkan telinganya ke sumber mata air itu dan mendengar suara gemuruh lautan, jangan berlayar hari itu sebab badai akan mengamuk dan gelombang akan menelan setiap kapal yang berlayar di laut.
(Di masa-masa awal itu, semua dewa Olympos sedang memilih-milih kota di Yunani yang dikhususkan untuk menghormati satu dewa saja dan sebagai gantinya sang dewa akan melindungi kota tersebut. Contohnya, Aegina adalah kota kesayangan Zeus, Argos dilindungi oleh Hera atau Delphi yang memuja Apollo-pen.)
Saat Poseidon pergi, tiba-tiba muncul Athena di hadapan Kekrops. Sang dewi kebijaksanaan ini juga meminta Kekrops menamai kota itu dengan nama Athena dan dijanjikan kota yang akan menyandang nama sang dewi akan tumbuh menjadi pusat keindahan, kesenian, kesusastraan dan ilmu pengetahuan. Athena memukul batu dengan lembingnya dan muncullah pohon zaitun yang ranting-rantingnya sarat buah. Selain buahnya bisa dimakan dan minyaknya bisa digunakan untuk penerangan, ranting-ranting pohon ini akan menjadi lambang perdamaian untuk seluruh umat manusia.
Kekrops sangat gembira menerima hadiah dari sang dewi. Ia sangat menginginkan kota yang dibangunnya menjadi pusat kebudayaan dunia, tetapi Poseidon telah datang lebih dulu. Kekrops tidak bisa memutuskan nama apa yang ia akan pilih untuk kotanya: Poseidonia atau Athena?
Tiba-tiba Poseidon muncul kembali dan dengan trisulanya mencoba menghancurkan pohon zaitun Athena, tetapi Athena tidak tinggal diam. Ia meraih lembingnya dan menghalangi langkah sang penguasa lautan. Sikap berani Athena ini sangat melukai harga diri Poseidon dan ia menantang Athena untuk bertarung dengannya, satu lawan satu. Poseidon mengacungkan trisulanya yang menakutkan dan Athena mengarahkan lembing panjangnya yang gemerlapan, saling berhadap-hadapan.
Kedua dewa Olympos ini sudah akan saling menyerang saat tiba-tiba Zeus muncul di hadapan mereka berdua dan menengahi pertikaian di antara keduanya. Zeus sebenarnya ingin menghadiahkan kota itu untuk putri kesayangannya tetapi Poseidon yang pemarah tidak bisa dianggap remeh. Maka Zeus mengumpulkan semua dewa Olympos dan memutuskan masalah ini diselesaikan dengan cara pengambilan suara.

Satu persatu dewa Olympos lalu memberikan suaranya, apakah kota itu dihadiahkan untuk Poseidon atau Athena. Hasil akhirnya, semua dewi (Hera, Aphrodite, Demeter, Artemis dan Hestia) memberikan suaranya untuk Athena dan semua dewa memberikan suaranya untuk Poseidon (Hephaistos, Ares, Apollo dan Hermes). Karena Zeus tidak memilih, maka Athena menang dengan satu suara dan kota baru itu diberi nama Athena.
Ketika mengetahui dirinya kalah, Poseidon mengamuk. Ia mengaduk-aduk lautan dan menciptakan gelombang setinggi gunung untuk membanjiri daratan kota itu. Warga yang ketakutan bertanya kepada orakel apa yang harus mereka lakukan untuk menghentikan amarah Poseidon.

Jawaban orakel adalah seluruh wanita Athena harus melepaskan perannya sebagai pemimpin suku atau kepala keluarga dan anak-anaknya tidak boleh menyertakan nama ibunya di belakang namanya. Dan sejak saat itu, zaman dimana pemimpin keluarga adalah wanita lenyap sudah, digantikan oleh kaum laki-laki. Demikian juga, setiap anak mulai saat itu menyandang nama ayahnya bukan nama ibunya. Semua ini terjadi pada masa yang amat lampau, mungkin pada masa dimana kota Athena baru didirikan.
Setelah amarah Poseidon reda, penduduk Athena membangun sebuah kuil indah untuk menghormati Poseidon di tanjung Sainion, Athena. Sampai saat inipun di Akropolis masih terdapat mata air yang konon adalah mata air yang diciptakan Poseidon saat trisulanya dipukulkan ke tanah, dan saat kita mendekatkan telinga kita ke mata air tersebut, lamat-lamat akan terdengar suara gemuruh seperti suara badai di laut.
Demikian pula, pohon zaitun pemberian Athena masih bisa dilihat di Akropolis sampai sekarang, walaupun yang saat ini berdiri adalah pohon zaitun yang sudah ditanam berulangkali.
Konon, menurut Pausinias dalam tulisannya di Description of Greece, saat tentara Persia menyerbu dan membumihanguskan kota Athena, pohon zaitun itu ikut terbakar habis tetapi pada hari yang sama secara ajaib pohon zaitun itu tumbuh kembali mencapai tinggi 2 cubit/pekhys (kurang lebih 1 meter)
Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com
ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (1)

“Hamba mulai syair tentang Pallas Athena, dewi yang gemilang, bermata jernih, berdaya cipta, berhati lurus, murni perawan, penyelamat kota, pemberani, Tritogeneia. “ *)
I. Kelahiran Athena, dewi bermata abu-abu
Suatu hari, saat Zeus sedang bertakhta di Olympos yang agung, Bunda Bumi datang kepadanya dan meramalkan:
“Dengarkan aku, Zeus sang Pelempar Halilintar. Kau telah melakukan kesalahan besar dan nasib buruk telah menantimu. Kau seharusnya tidak menikahi Metis, putri Okeanos yang berambut putih, walaupun ia sangat bijaksana. Kau akan mempunyai dua anak dari dewi laut itu. Yang pertama, Athena, yang akan menjadi dewi yang bijak, kuat, cantik dan penuh kasih. Tetapi kemudian akan lahir anak laki-laki yang akan melebihi kekuatanmu sendiri dan menentang para dewa. Perangainya berbeda dari Athena yang menuruti kehendakmu. Dan bila itu terjadi, kesengsaraan akan menimpamu, Putra Kronos! Kau akan dilemparkan dari puncak Olympos yang mulia ke dalam jurang Tartaros yang menganga, dan dari istanamu yang megah ke penjara bawah tanah yang gulita. Sementara penguasa dunia yang baru duduk di atas singgasanamu, kau akan terbelenggu rantai yang berat, tanpa harapan akan bebas.”
Tanpa membuang waktu, Zeus menemui Metis. Tanpa berkata apa-apa sang penguasa dunia menidurkan sang dewi dengan kata-kata manis. Lalu agar putra yang ditakutinya itu tidak akan pernah lahir, Zeus memeluk Metis dan memasukkannya ke dalam tubuhnya sendiri.
Dengan melakukan persatuan ini, Zeus berhasil menghindari nasib buruknya, tetapi hal-hal aneh mulai terjadi pada tubuhnya. Memang sudah waktunya bagi Metis untuk melahirkan putrinya.
Dan Zeus merasakan sakit kepala yang amat hebat. Dalam keputus asaannya karena tidak mampu menyembuhkan rasa sakit itu, Zeus memanggil Hephaistos dan memerintahkannya untuk membelah kepalanya. Hephaistos mengangkat palu godamnya yang berat dan mengayunkannya ke atas kepala ayahnya dan cahaya yang menyilaukan menerangi seluruh Olympos. Dari kepala Zeus muncul Athena.

“Dari kepala bijak Zeus lahirlah sang dewi dengan pakaian perang gemerlap keemasan yang mempesona semua dewa yang menatapnya. Athena muncul secepat kilat dari kepala sang dewa dan berdiri dengan lembing terhunus di hadapan Zeus yang menjaga aegis: Olympos yang agung berguncang dahsyat akibat kekuatan sang dewi bermata abu-abu itu, dan Bumi berputar penuh kengerian, dan lautan bergejolak menghempaskan ombaknya, buih-buih ombak sekonyong-konyong berletupan: Putra Hyperion yang cemerlang (sang Matahari) menghentikan kereta yang ditarik kuda-kuda abadinya sesaat lamanya, sampai kemudian Pallas Athena yang perawan melepaskan pakaian perangnya dari bahunya yang mulia. Dan Zeus pun gembira menyambutnya.” *)
Seluruh dewa Olympus menyambut hangat kelahiran dewi Athena dan Zeus memeluknya dengan suka cita. Walaupun Athena lahir dengan mengenakan pakaian perang lengkap, tetapi ia tidak ingin menggunakan senjata-senjatanya dan membenci peperangan. Namun ketika bahaya mengancam sang dewi tidak segan-segan untuk bertempur membela manusia yang mencintai seni dan peradaban. Karena itulah ia disebut juga dengan nama Athena Nike, Yang selalu menang, karena tidak ada pertempuran yang tidak pernah Athena menangkan. Memang selalu demikian, saat dibutuhkan, yang pertama kali terjun ke medan perang adalah yang paling mencintai perdamaian.
Prayudi~Greek mythology reteller
Note:
*Homeric Hymns 39 to Athena (Greek epic 8th-4th BC)
Menelaos & Yannis Stephanides (Indonesian trans.)
achilles79.multiply.com
Senin, 26 Maret 2012
Erikhthonios
Raja Erikhthonios (Bahasa Yunani: Ἐριχθόνιος) adalah raja yang pernah memerintah Kota Athena dalam mitologi Yunani. Dia lahir dari bumi (Gaia) dan dibesarkan oleh dewi Athena.
Menurut Apollodorus, Athena mengunjungi Hefaestus (dewa pandai besi) untuk meminta beberapa senjata, tetapi tiba-tiba Hefaestus menjadi bernafsu pada Athena dan ingin menidurinya di bengkel kerjanya. Bertekad untuk menjaga keperawanannya, Athena melarikan diri dan dikejar oleh Hefaestus. Meskipun Hefaestus lumpuh, ia berhasil menangkap Athena dan mencoba memperkosa dirinya, tapi Athena berjuang mengusirnya. Selama usaha Athena menlepaskan diri dari Hefaestus, air mani Hefaestus jatuh di paha Athena, dan Athena dengan jijik menyeka itu dengan secarik wol. Ia melemparkan wol itu ke tanah yang menyebabkan Gaia hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Gaia membawa bayi itu pada Athena, yang menamai dia Erikhthonios dan menempatkannya di sebuah kotak kecil.

Athena memberikan kotak itu pada tiga anak perempuan Kekrops, raja Athena (Herse, Pandrosus dan Aglaurus), dan melarang mereka untuk membukanya. Terdorong oleh rasa ingin tahu, Aglaurus dan Herse membuka kotak itu, yang ternyata berisi seorang bayi dan merupakan raja masa depan mereka, Erikhthonios. mereka ketakutan dengan apa yang mereka lihat di dalam kotak: entah seekor ular yang melingkar di sekeliling sang bayi, atau bayi yang wujudnya setengah manusia dan setengah ular. Mereka kemudian menjadi gila dan menjatuhkan diri dari Akropolis. Pendapat lain menyatakan bahwa mereka dibunuh oleh ular.

Alternatif lain dari cerita ini adalah bahwa Athena menitipkan kotak tersebut pada anak-anak perempuan Kekrops sementara Athena pergi untuk mengambil sebuah gunung. Ketika dia pergi, Aglaurus dan Herse membuka kotak itu. Seekor gagak melihat mereka membuka kotak, dan terbang pergi untuk memberitahu Athena, yang marah besar dan menjatuhkan gunung yang ia bawa (sekarang Gunung Lykabettos). Seperti dalam versi pertama, Herse dan Aglaurus menjadi gila dan menjatuhkan diri dari tebing.
Setelah ia tumbuh dewasa, Erikthonios mengusir Amphiktyon, yang merebut takhta dari Kranaus dua belas tahun sebelumnya, dan menjadi raja Athena. Ia menikahi Praxithea, seorang naiad, dan memiliki seorang putra yang diberi nama Pandion I. Ia mengadakan Festival Panathenaik untuk menghormati Athena, dan mendirikan sebuah patung Athena di Akropolis. Ia mengajarkan rakyatnya untuk membajak tanah, meleburkan perak, dan menggunakan kuda sebagai penarik kereta perang. Dikatakan bahwa Erikhthonioslah yang menemukan Quadriga, kereta perang yang ditarik empat kuda. Erikhonius digantikan oleh putranya Pandion I.
Ular adalah simbolnya, dan dia digambarkan dalam patung Athena di Parthenon sebagai ular yang bersembunyi di belakang perisai Athena.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Erikhtonios
Menurut Apollodorus, Athena mengunjungi Hefaestus (dewa pandai besi) untuk meminta beberapa senjata, tetapi tiba-tiba Hefaestus menjadi bernafsu pada Athena dan ingin menidurinya di bengkel kerjanya. Bertekad untuk menjaga keperawanannya, Athena melarikan diri dan dikejar oleh Hefaestus. Meskipun Hefaestus lumpuh, ia berhasil menangkap Athena dan mencoba memperkosa dirinya, tapi Athena berjuang mengusirnya. Selama usaha Athena menlepaskan diri dari Hefaestus, air mani Hefaestus jatuh di paha Athena, dan Athena dengan jijik menyeka itu dengan secarik wol. Ia melemparkan wol itu ke tanah yang menyebabkan Gaia hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Gaia membawa bayi itu pada Athena, yang menamai dia Erikhthonios dan menempatkannya di sebuah kotak kecil.

Athena memberikan kotak itu pada tiga anak perempuan Kekrops, raja Athena (Herse, Pandrosus dan Aglaurus), dan melarang mereka untuk membukanya. Terdorong oleh rasa ingin tahu, Aglaurus dan Herse membuka kotak itu, yang ternyata berisi seorang bayi dan merupakan raja masa depan mereka, Erikhthonios. mereka ketakutan dengan apa yang mereka lihat di dalam kotak: entah seekor ular yang melingkar di sekeliling sang bayi, atau bayi yang wujudnya setengah manusia dan setengah ular. Mereka kemudian menjadi gila dan menjatuhkan diri dari Akropolis. Pendapat lain menyatakan bahwa mereka dibunuh oleh ular.

Alternatif lain dari cerita ini adalah bahwa Athena menitipkan kotak tersebut pada anak-anak perempuan Kekrops sementara Athena pergi untuk mengambil sebuah gunung. Ketika dia pergi, Aglaurus dan Herse membuka kotak itu. Seekor gagak melihat mereka membuka kotak, dan terbang pergi untuk memberitahu Athena, yang marah besar dan menjatuhkan gunung yang ia bawa (sekarang Gunung Lykabettos). Seperti dalam versi pertama, Herse dan Aglaurus menjadi gila dan menjatuhkan diri dari tebing.
Setelah ia tumbuh dewasa, Erikthonios mengusir Amphiktyon, yang merebut takhta dari Kranaus dua belas tahun sebelumnya, dan menjadi raja Athena. Ia menikahi Praxithea, seorang naiad, dan memiliki seorang putra yang diberi nama Pandion I. Ia mengadakan Festival Panathenaik untuk menghormati Athena, dan mendirikan sebuah patung Athena di Akropolis. Ia mengajarkan rakyatnya untuk membajak tanah, meleburkan perak, dan menggunakan kuda sebagai penarik kereta perang. Dikatakan bahwa Erikhthonioslah yang menemukan Quadriga, kereta perang yang ditarik empat kuda. Erikhonius digantikan oleh putranya Pandion I.
Ular adalah simbolnya, dan dia digambarkan dalam patung Athena di Parthenon sebagai ular yang bersembunyi di belakang perisai Athena.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Erikhtonios
Jumat, 16 Juli 2010
Athena, Dewi kebijaksanaan

Dewi Kebijaksanaan, perang, strategi dan Dewi pelindung kota Athena
Kediaman: Gunung Olimpus
Simbol: Burung hantu, pohon zaitun, ular, laba-laba, Aegis, baju perang,helm, tombak
Orang tua: Zeus dan Metis
Saudara: Dionisos
Athena (bahasa Yunani: Αθηνά atau Αθήνη; bahasa Doris: Ασάνα) dalam mitologi Yunani adalah dewi kebijaksanaan, strategi, dan perang. Athena juga dikenal sebagai dewi yang menolong para pahlawan. Athena adalah seorang dewi yang terlahir sebagai perempuan dewasa dan tak pernah digambarkan sebagai anak kecil. Athena tidak memiliki suami atau kekasih sehingga disebut sebagai parthenos ("perawan"), Hefaistos pernah mencoba memperkosanya namun gagal. Kuil Parthenon di kota Atena, Yunani adalah kuilnya yang paling terkenal.
Menurut legenda, Athena adalah putri kesayangan Zeus, dewa terkuat. Ibunya adalah dewi Metis, yang merupakan dewi pemikiran dan kepandaian, dan terkenal sebagai dewi kebijaksanaan. Athena diberkahi kekuatan oleh ayahnya, kepandaian dan kebijaksanaan oleh ibunya.
Dalam legenda lain Pallas dianggap sebagai ayahnya, maka ia sering diberi gelar Pallas Athena (Παλλάς Αθηνά). Selain itu juga ada yang menyebutkan kalau Athena berhasil membunuh Pallas dalam perang Dewa melawan Titan sehingga diberi gelar Pallas Athena.
Athena pernah mengubah Medusa yang asalnya seorang gadis cantik menjadi monster. Di kemudian hari Perseus memenggal kepala Medusa dan memberikannya pada Athena, sang dewi lalu memasang kepala Medusa pada perisainya atau pada Aegis.
Athena dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka yang bernama Menrva, dan kemudian diadaptasi oleh orang Romawi sebagai Minerva. Athena ditemani oleh seekor burung hantu kecil dan dewi kemenangan, Nike. Dia juga sering digambarkan memegang tombak.
Pemujaan terhadap Athena sebagai pelindung kota Athena tampaknya telah ada sejak masa kuno dan sangat kental sehingga mitos-mitos kuno mengenai dirinya beradaptasi terhadap perubahan budaya. Filsuf Yunani, Plato (429–347 SM), mengidentikannya dengan dewi Libya, Neith, dewi perang dan perburuan dari Mesir sejak periode pradinasti, dan menghubungkannya dengan kegiatan menenun. Sejarawan Yunani, Herodotus (484–425 SM), juga menyebutkan bahwa penduduk Sais di mesir menyembah seorang dewi bernama Neith; dan mereka mengidentikannya dengan Athena. Beberapa orang Yunani juga mengenal tempat kelahiran Athena adalah di sisi sungai Triton di Libya. Ahli masa klasik Martin Bernal membuat "Teori Athena Berkulit Hitam" (Athena yang berasal dari Libya) untuk menjelaskan asal mula ini dengan menyatakan bahwa konsep Neith dibawa ke Yunani dari Mesir melalui "sejumlah besar peradaban dan kebudayaan pada milenium kedua dan ketiga.." Athena sebagai dewi filsafat menjadi bagian pemujaan pada akhir abad kelima dan masa Yunani klasik.]
Athena diasosiasikan dengan kota Athena karena di sana adalah tempat dia melindungi persaudaraan perempuan, yaitu para Athenai. Pada masa sebelumnya, di Mikene sang dewi disebut sebagai Mikene, dan Mikene merupakan nama persaudaraan perempuan di sana. Di Thebes dia disebut Thebe, dan nama kota Thebae atau Thebes itu juga berasal dari sana. Dengan demikian, di kota Athena, dia disebut sebagai dewi Athena, dan kota itu disebut Athenae atau Athena.[9] Apakah namanya ada dalam bahasa Etokreta atau tidak hanya bisa diketahui jika Linear A berhasil diuraikan.
Günther Neumann berpendapat bahwa nama Athena kemungkinan berasal dari bahasa Lidia. Di Linear B Knossos, ditemukan tulisan A-TA-NA PO-TI-NI-JA /Athana potniya/. Meskipun Athana potniya sering diterjemahkan sebagai Nyonya Athena, sebenarnya secara harfiah itu bermakna "potnia dari At(h)ana", yang kemungkinan bermakna perempuan-perempuan dari kota Athena; Dalam Lienar B, hubungan antara dewi Athena dan kota Athena tidak terlalu jelas. Di Linear B juga ditemukan tulisan A-TA-NO-DJU-WA-JA /Athana diwya/, bagian terakhir tersebut dikenal di Yunani kuno sebagai Diwia (DI-U-JA atau DI-WI-JA dalam bahasa Mikene), bermakna dewa.
Dalam salah satu dialognya Kratilos, filsuf Yunani Plato, 428/427 SM – 348/347 SM, memberi pendapat mengenai asal-usul nama Athena. Menurutnya, nama Athena berasal dari Atheonóa (Ἀθεονόα), yang berasal dari kata theos ("dewa") dan nous ("pikiran"). Etimologi tersebut menunjukkan asal-usulnya sebagai dewi kebijaksanaan yang selalu menggunakan pikiran.

Pada masa klasik, Athena digambarkan mengenakan baju perang lengkap dengan helm agak terangkat ke atas. Perisainya berhiaskan gorgonion (kepala gorgon) di bagian tegahnya. Athena juga sering digambarkan dengan burung hantu di salah satu pundaknya atau disertai seekor ular. Salah satu patungnya yang terkenal adalah patung Athena Parthenos buatan Fidia, patung setinggi 36 meter tersebut dibuat dari emas dan gading dan awalnya diletakkan di Parthenon tetapi kini telah hilang. Sementara ada juga Athena yang Berduka, yaitu sebuah relief yang dibuat sekitar tahun 460 SM. Sementara dalam budaya Minoa-Mikene, Athena terkadang digambarkan dengan sayap burung.
Sebagai dewi perang, simbol Athena antara lain baju perang, tombak, helm perang, perisai dengan kepala gorgon, serta Aegis. Aegis adalah mantel atau jubah yang dihiasi dengan kepala Medusa dan dipercaya mampu memberikan perlindungan yang kuat (Aegis juga disebut sebagai perisai Zeus dan Athena). Sementara Hewan yang merupakan atribut Athena adalah burung hantu, ular, dan laba-laba. Karena kaitannya dengan dewi Athena yang merupakan dewi kebijaksanaan, hingga kini burung hantu dianggap sebagai simbol kebijaksanaan. Athena pernah mengubah Arakhne menjadi seekor laba-laba sehingga hewan tersebut juga menjadi atributnya. Sementara ilar merupakan perlambang dari Erikhtonios, manusia yang pernah diasuh oleh Athena. Pohon yang dikeramatkan untuknya adalah pohon zaitun. Athena juga terkadang disertai Nike, dewi kemenangan.
Athena merupakan pelindung para penenun dan para perajin. Senjata-senjata besi juga masuk dalam perlindungannya. Selain itu, dia juga memimpin pertempuran. Dalam perang, Athena berperan sebagai sisi strategi dan disiplin, berbeda dengan saudaranya Ares, yang melambangkan sisi jahat perang (kekejaman, rasa haus darah, dan pembantaian). Meskipun Athena adalah dewi strategi perang tetapi dia membenci pertarungan tanpa tujuan dan lebih memilih menyelesaikan masalah dengan kebijaksanaan. Athena hanya berperang untuk tujuan yang jelas dan layak atau untuk menyelesaikan konflik.
Athena muncul dalam berbagai cerita mitologi Yunani sebagai penolong para pahlawan, termasuk Odiseus, Yason, dan Herakles. Dia tidak memiliki pasangan dan tidak menikah. Sebuah mitos kuno menyebutkannya sebagai dewi yang mengadopsi Erekhtheus/Erikhthonios, anak yang lahir dari Gaia setelah dibuahi oleh air mani Hefaistos. Nama dewi Athena berhubungan dengan nama kota Athena.
Menurut ramalan, apabila Zeus memiliki anak dengan Metis maka anak tersebut akan lebih kuat dan pandai dari Zeus sehingga mampu untuk menggulingkan Zeus dari tahta. Pada saat Metis mengandung Athena, Zeus menelan Metis untuk mencegah kelahiran anaknya.Hal ini menyebabkan Zeus menderita sakit kepala hebat dan memerintahkan Hermes untuk membelah kepala Zeus dengan menggunakan kapak perunggu (buatan Hefaistos) untuk menghilangkan rasa sakitnya. lalu lahirlah Athena melalui kepala/dahi Zeus dalam keadaan berbaju perang lengkap dengan pelinding kepala. Disebutkan pula penyebab sakit kepala Zeus karena Metis membuatkan baju perang dan pelindung kepala untuk anaknya didalam tubuh Zeus, dan proses pembuatan inilah yang menyebabkan Zeus menderita sakit kepala.
Enkelados
Dalam pertempuran antara para Gigant (raksasa) melawan para dewa, Athena bertarung melawan raksasa Enkelados. Dalam pertarungan itu Athena berhsil unggul setelah dia menusuk Enkelados dengan tombaknya. Setelah dilumpuhkan, Enkelados dikurung di bawah Gunung Etna di Pulau Sisilia.
Erikhthonios
Hefaistos bernafsu pada Athena dan berusaha memperkosanya tetapi Athena selalu bisa menghindar dari Hefaistos. Dalam usahnya yang penuh nafsu, air mani Hefaistos berjatuhan di tanah dan membuahi Gaia (bumi). Dari tanah, lahirlah seorang bayi bernama Erikhtonios. Athena kemudian merawat bayi tersebut.
Athena menaruh bayi Erikhtonios dalam sebuah kotak dan dititpkan pada tiga bersaudari: Herse, Pandrosus, dan Agraulos. Athena melarang mereka membuka kotak itu sampai dia kembali. Tetapi mereka penasaran dan membuka kotak titipan Athena. Dia dalamnya mereka melihat Erikhtonios yang dikelilingi (atau berwujud) ular. Herse dan Pandrosus kaget lalu melempar diri mereka sendiri dari Akropolis.
Setelah dewasa, Erikhthonios menjadi raja di kota Athena. Dia mengajarkan banyak hal pada rakyatnya. Selama masa pemerintahannya, dewi Athena sering melindunginya.
Perebutan kota Athena
Athena pernah berkompetisi dengan Poseidon dalam memperebutkan kota Athena, yang saat itu belum punya nama. Mereka sepakat bahwa masing-masing akan memberikan hadiah pada rakyat Athena dan dewa yang hadiahnay dipilih akan menjadi pemenang. Poseidon menghantamkan trisulanya ke tanah dan dan munculah mata air tetapi air itu asin sehingga tidak terlalu berguna. Sementara Athena memberikan pohon zaitun, yang bisa dimanfaatkan untuk kayu, buah, dan minyak. Rakyat Athena (atau rajanya, Kekrops) menerima pemberian dari Athena dan dengan demikian menjadikan Athena sebaagi pelindung kota Athena.
Menurut Robert Graves, persaingan Poseidon dalam menguasai beberapa kota tertentu melambangkan konflik antara budaya patriarki dan matriarki.
Athena dan para pahlawan
Athena sering membantu para pahlawan dalam petualangan mereka melawan makhluk-makhluk mengerikan. Athena memandu Perseus dalam tugasnya untuk mendapatkan kepala Gorgon Medusa. Athena memberi nasehat pada Herakles untuk menguliti Singa Nemea menggunakan kuku singa itu sendiri saking tebalnya kulit singa Nemea. Athena juga membantu Herakles mengalahkan Burung Stimfalia, serta memandunya dalam menangkap Kerberos. Dalam Odyssey, Athena membantu Odiseus dalam perjalanan pulangnya dari Troya ke Ithaka. Sikap Athena tersebut membuatnya dijuluki "pelindung para pahlawan" sedangkan ahli mitologi Walter Friedrich Otto menyebutnya sebagai "dewi kedekatan" sesuai dengan sikap Athena yang mengawasi para pahlawan.
Arakhne
Arakhne adalah seorang perempuan penenun yang sangat handal. Orang-orang mengagumi karya-karyanya sampai akhirnya dia menjadi sangat sombong dan menyatakan bahawa dia lebih hebat menenun daripada Athena (Minerva) sang dewi penenun. mendengar kesombongan Arakhne, Athena kemudian menyamar sebagai seorang perempuan tua dan menasehatinya agar tidak membuat marah para dewa namun Arakhne tetap keras kepala bahkan ia berani menantang Athena bertanding menenun. Perempuan tua tersebut langsung berubah menjadi dewi Athena dan melayani tantangan Arakhne. Maka mereka pun bertanding.
Dalam pertandingan itu, Athena membuat permadani yang berhiaskan gambar-gambar para dewa Olimpus di tahta mereka yang agung. Athena juga menggambarkan para dewa yang menghukum manusia-manusia yang sombong. Sementara Arakhne menggambarkan perselingkuhan para dewa dengan manusia, terutaam Zeus dan Poseidon yang gemar berhubungan dengan banyak perempuan. Athena kemudian menyadari bahwa buatan Arakhne jauh lebih bagus, selain itu Arakhne juga mengolok-olok para dewa. Athena yang marah kemudian merobek permadani Arakhne dan mengubahnya menjadi laba-laba. Kisah tersebut bukan berasal dari mitologi Yunani tetapi dari mitologi Romawi
Medusa dan Tiresias
Medusa, tidak seperti kedua saudari Gorgonnya, terlahir sebagai wanita yang sangat cantik. Medusa diperkosa oleh Poseidon di kuil Athena. Marah karena kuilnya telah dinodai, Athena mengubah Medusa menjadi seperti kedua saudarinya. Rambut Medusa berubah menjadi ular dan pandangan matanya akan mengubah siapapun yang melihatnya menjadi batu. Setelah memenggal kepala Medusa, Perseus menyerahkannya ke Athena, yang kemudian memasangnya pada perisainya atau pada Aegis.
Dalam suatu versi mengenai Tiresias, Athena sedang mandi ketika dia diintip oleh Tiresias. Sebagai hukumannya, Athena kemudian membutakan mata Tiresias.[56] Ibu Tiresias memohon pada Athena supaya Athena membatalkan kutukannya tetapi Athena tidak bisa. Akhirnya Athena memberi Tiresias kekuatan meramal sebagai ganti atas kebutaannya.
Pemujaan
Di Athena
Athena memiliki hubungan khusus dengan kota Athena, seperti ditunjukkan oleh hubungan namanya. Penduduk kota Athena membangun sebua patung Athena dengan helm di kepalanya, mengenakan baju besi dan aegis, serta memegang dewi kemenangan di tangannya. Patung itu juga dihiasi dengan seekor ular besar dan perisai berhiaskan kepala gorgon. Di Akropolis kota Athena juga terdapat kuil Parthenon untuk memuja Athena Parthenos.
Di tempat lain
Selain sebagai dewi pelindung kota Athena, dewi Athena juga merupakan pelindung beberapa kota di Yunani, di antaranya adalah kota Sparta, tempat pemujaan kuno Athena Alea memiliki kuil yang terdapat di desa Alea, Mantineia dan, khsusunya, Tegea. Tegea adalah pusat keagamaan penting di Yunani kuno. Kuil itu didirikan oleh Aleus.[24] Persembahan yang diberikan adalah kuda dan rusa.
Di Megara, Athena kemungkinan berperan sebagai dewi yang mengajarkan ilmu pelayaran dan navigasi.
Pemujaan pada Athena terkadang digunakan sebagai ritual bagi kaum muda Yunani, misalnya untuk laki-laki muda yang ingin memperoleh status warga negara, atau bagi perempuan yang akan menjadi seorang istri.
Athena disembah sebagai penemu kereta kuda atau kereta perang di Tegea dan Olimpia. Di sana Athena terkadang disebut sebagai putri Poseidon dan Polife, anak Okeanos. Di akropolis di kota-kota tersebut, kuilnya adalah kuil utama.
Pada masa klasik, Plinteria (“Pesta Hiasan”) dirayakan setiap bulan Mei selaam lima hari. Pada perayaan ini, Plintrides (“pendeta wanita Athena”) melakukan ritual pembersihan di “Erekththeum”, ruang suci pribadi dewi Athena. Di sana, patung dan pakaian Athena dicuci dan disucikan.
http://id.wikipedia.org/wiki/Athena_%28mitologi%29
Langganan:
Postingan (Atom)
