Minggu, 15 April 2012

Maid Cafe メイド カフェ



Maid cafe (メイド カフェ Meido kafe) adalah subkategori restoran cosplay terutama ditemukan di Jepang. Dalam kafe, pelayan mengenakan kostum maid bertindak sebagai pelayan,dan memperlakukan pelanggan sebagai tuan dan nyonya di sebuah rumah pribadi, bukan sebagai patron kafe. Yang permanen pertama pelayan kafe, Cure Maid Cafe, didirikan di Akihabara, Tokyo, Jepang pada Maret 2001, tetapi pelayan kafe menjadi semakin populer. Ketika mereka telah melakukannya, meningkatnya persaingan telah membuat mereka menjadi gila dalam rangka untuk menarik pelanggan. Mereka juga telah memperluas luar negeri untuk negara-negara seperti Cina,Korea Selatan, Taiwan, Republik Ceko, Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat.



Kostum dan penampilan

Kostum maid bervariasi dari kafe ke kafe, tetapi sebagian besar didasarkan pada kostum pelayan Perancis, sering terdiri dari gaun, rok seorang, pakaian luar untuk bekerja, dan stoking. Kadang-kadang, karyawan sering memakai telinga kelinci atau kucing dengan pakaian mereka untuk menambah lebih menarik. Pelayan di Maid cafe sering dipilih berdasarkan penampilan mereka, sebagian besar masih muda, menarik dan perempuan yang tampak innocent. Sebagai contoh, Susu Café Royal, sebuah Maid cafe populer, melaporkan bahwa usia rata-rata pelayan adalah 20.



Ritual, etiket dan layanan tambahan

Ada banyak ritual dan layanan tambahan yang ditawarkan di Maid cafe. Para maid akan menyapa pelanggan dengan

"Welcome home, Master" (お 帰り なさいませ, ご 主人 様 Okaerinasaimase, goshujinsama!)



Dan mereka menawarkan handuk dan menu kepada para pelanggan. Maid juga akan berlutut disamping meja untuk mengaduk krim dan gula ke dalam kopi pelanggan, maid juga menawarkan layanan seperti pembersihan telinga dan kaki, lengan, dan pijat punggung dengan biaya tambahan. Pelanggan juga dapat membayar lebih untuk bermain game kartu atau video dengan para Maid . Pelanggan juga diharapkan untuk mengikuti aturan-aturan dasar agar tidak merendahkan maid.



Salah satu Maid cafe di Tokyo kafe baru-baru ini menerbitkan sepuluh daftar aturan bahwa pelanggan harus mengikuti aturan di Maid cafe. Sebagai contoh, pelanggan tidak boleh menyentuh tubuh maid, meminta informasi kontak pribadi seorang maid, atau melanggar privasi pribadinya. Satu aturan umum di Maid cafe adalah bahwa dilarang memfoto maid dan interior kafe. Namun, pelanggan biasanya memiliki pilihan untuk membayar biaya tambahan untuk mendapatkan foto nya diambil dengan seorang maid. maid kemudian akan menandatangani foto itu untuk pelanggan.

Semoga nggak lama lagi ada Maid cafe di Jakarta Hehehehehehe :D

dan ini bentuk makanan yang biasanya disediakan di sana. Kawai ^ ^





sumber: kaskus

Ini video Culture Japan with Danny Choo (season 2) ketika mengunjungi "Moe and Shandon" Maid Cafe di Otaroad, Osaka-Jepang.

http://www.youtube.com/watch?v=4jjalR5vdsQ

Yang menarik disini adalh pelayanan para maid ditentukan oleh tema makanan yang kita pesan, apabila kita memilih moe atau yang lainnya, maid akan melayani kita dengan ramah, tetapi bila kita memilih tsundere, hehehehe maka maid akan melayani kita dengan jutek ^ ^

Jadi, kami tunggu kedatangannya ya, Goshujinsama!

Selasa, 10 April 2012

ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (4)

Athena dan Tiresias

“Adalah diantara warga Thebes, seorang peramal bernama Teiresias, putra Eueres dan peri Khariklo… dan ia tidak bisa melihat… Konon, kebutaannya itu disebabkan oleh Athena” (Apollodorus, The Library)



Athena hanya mencintai keindahan dan keterampilan para seniman sejati. Ia mengingkari kesenangan pada diri sendiri, sebab itu ia tidak pernah jatuh cinta dan menikah. Maka tidak heran saat seorang laki-laki memergokinya sedang tidak berbusana, Athena merasa sangat malu dan terhina. Walaupun laki-laki itu tidak bermaksud jahat dan tidak sengaja, sang dewi menutup kedua mata laki-laki itu dan lelaki malang itu kehilangan penglihatannya.

Ketika Athena melihat laki-laki buta itu berjalan tersaruk-saruk, ia merasa iba dan ingin mengembalikan penglihatnnya seperti semula, tetapi itu tidak mungkin. Jadi untuk memperbaiki kesalahannya, Athena mempertajam pendengaran laki-laki itu sehingga mengerti bahasa burung dan bisa meramal masa depan serta menghadiahkannya tongkat kayu ajaib yang dapat menuntunnya seperti orang yang bisa melihat.

Laki-laki itu adalah Teiresias yang kemudian menjadi peramal terbesar dan namanya sering disebut-sebut dalam sejarah Mitologi Yunani.

Athena dan Arakhne



Di saat-saat sang dewi sedang sendirian, ia lebih senang melakukan kegemarannya, yaitu menenun. Kalau Athena sedang menenun dan menyulam, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bekerja dengan alat tenunnya dan melupakan semua persoalan. Keahliannya ini kemudian diajarkannya kepada manusia hingga semua wanita bisa menenun sebaik dan hasilnya seindah hasil tenunannya.

Tapi tak seorangpun wanita di dunia yang berani menyombongkan hasil tenunnya melebihi karya sang dewi, kecuali satu orang. Wanita yang berasal dari Lydia itu bernama Arakhne yang angkuh dan sering meremehkan hasil karya orang lain. Hasil tenunannya memang sangat bagus dan indah sehingga keahliannya hampir menyamai keahlian Athena.

Suatu hari di depan orang banyak yang mengagumi hasil tenunannya, Arakhne kembali menyombongkan dirinya bahwa ia lebih baik dari Athena dan menantang sang dewi untuk datang dan membuktikan siapa yangterbaik di antara mereka berdua.

Athena yang ingin menghukum wanita sombong ini, segera menemui Arakhne dan menjawab tantangannya. Keduanya berlomba-lomba menyelesaikan tenunannya dengan gerakan cepat dan lincah. Jari-jari mereka menari di antara benang warna-warni dan menyulamnya hingga menjadi hasil karya yang begitu menakjubkan.

Setelah selesai, keduanya memamerkan hasil tenunannya di depan semua orang. Karya sang dewi menggambarkan Akropolis yang permai dan seluruh dewa-dewa Olympos tampak sedang berkumpul di dekat Kekrops untuk menentukan siapa yang berhak melindungi kota, Poseidon atau Athena. Seluruh gambar itu dibingkai oleh rangkaian buah zaitun sehingga memepercantik hasil tenunan Athena itu.



Sedangkan Arakhne, dengan hasil karya yang sama sempurnanya seperti karya Athena, sebaliknya menggambarkan dewa-dewa Olympos penuh penghinaan dan penuh nafsu liar. Ia memang bermaksud untuk merendahkan dan menghina dewa-dewa Olympos di atas tenunannya itu. Ketika melihat hasil karya Arakhne yang sempurna tanpa cacat, kemarahan Athena tak tertahankan lagi. Ia segera merobek-robek hasil karya Arakhne dan membuangnya ke lantai.

Arakhne yang tidak tahan dipermalukan seperti itu di depan orang banyak mengambil seutas tali dan berniat menggantung dirinya sendiri, tetapi sang dewi mencegahnya:

“Hiduplah dan menenunlah sambil menggantung seperti sekarang ini… dan begitu pula yang dilakukan keturunanmu di kemudian hari.”

Seusai berkata-kata seperti itu, Athena mengubah Arakhne menjadi seekor laba-laba, yang dalam bahasa Yunani disebut juga dengan nama Arakhnês.

Sejak saat itu Arakhne dan keturunannya sambil menggantung diri terus-menerus menenun, seperti yang dulu pernah dikerjakannya. Tetapi saat ini tak ada seorangpun yang menyenangi hasil tenunannya itu karena setiap orang yang melihat jaring laba-laba di rumahnya pasti akan segera menyingkirkannya dan merusaknya.

Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com

ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (3)

Athena dan Erekhtheus

Erekhteus, raja Athena pengganti Kekrops konon adalah putra Athena dengan Hephaistos. Tetapi karena sang dewi tetap perawan, sebagian mitos menyebutkan Erekhtheus adalah putra Bunda Bumi dan Hephaistos sehingga disebut juga Erikhthonios (yang berasal dari Bumi). Setelah melahirkan Erektheus, Bunda Bumi menitipkannya kepada Athena untuk didik dan dirawat seperti bayinya sendiri. Sehingga sebagian orang berpendapat Athena lah yang melahirkan Erekhtheus.



Alih-alih menjaga Erekhtheus kecil, Athena menempatkan bayi itu ke dalam keranjang tertutup dan menaruh seekor ular keramat di sampingnya. Ia memberikan keranjang yang tertutup rapat itu kepada Aglauros, putri Kekrops. Athena berpesan agar Agaluros tidak sekali-kali membuka keranjang itu dan tidak mengatakan kepada siapapun bahwa sang dewi memberikan sesuatu kepada Aglauros.

Setelah itu Athena bergegas kembali ke Akropolis untuk melanjutkan pembangunan kota Athena, tetapi Agalauros mulai diusik rasa ingin tahu apa yang ada di dalam keranjang tersebut. Ia berniat membukanya tanpa mengindahkan peringatan sang dewi. Dan saat Aglauros membuka tutup keranjang itu… tiba-tiba seekor ular muncul dari balik selimut dan menjulurkan kepalanya siap menggigit Aglauros. Putri Kekrops itu menjadi panik dan ketakutan, ia lari terbirit-birit dan jatuh dari ketinggian Akropolis...



Saat itu, Athena sedang sibuk mengangkut batu-batu besar untuk memperkuat dinding Akropolis. Seekor burung gagak yang sedang lewat memberitahukan kejadian yang dialami oleh Aglauros itu kepada Athena. Sang dewi yang cemas dan terkejut langsung menjatuhkan begitu saja batu yang sedang dibawanya. Ia cepat-cepat berlari ke kediaman Agaluros untuk mengambil si bayi dan kemudian membawanya ke kuilnya untuk dirawat sendiri.

Sementara batu yang dijatuhkan oleh Athena tetap berdiri utuh di tempatnya sekarang dan dinamai Bukit Lykabettus (Lykavittos). Bukit ini mencuat persis di tengah-tengah pusat kota Athena, tidak jauh dari Akropolis. Sedangkan burung gagak yang membawa kabar buruk itu oleh sang dewi warna bulunya diubah dari putih bersih menjadi hitam legam dan suaranya juga menjadi parau dan memilukan. Demikianlah, sejak saat itu dewi Athena melarang burung gagak mendekati Akropolis untuk selamanya.

Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com

ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (2)

II. Asal Mula Berdirinya Kota Athena

Pada masa lampau, wilayah dimana kota Athena berdiri sekarang masih bernama Kekropia, yang diambil dari nama raja pertamanya, Kekrops. Kekrops adalah putra Bumi, mulai dari pinggang ke bawah tubuhnya berbentuk ular. Saat ia sedang mengawasi pembangunan kota baru itu dari puncak Akropolis, Poseidon sang dewa laut datang untuk menemuinya. Ia menginginkan kota baru itu diberi nama Poseidonia dan sebagai gantinya Poseidon akan membuat armada kota itu menjadi penguasa lautan dan tidak ada kekuatan yang sanggup menandinginya.



Agar Kekrops yakin dengan janji sang dewa laut itu, Poseidon memukulkan trisulanya ke atas batu dan dari tempat itu muncul sebuah sumur yang mengeluarkan mata air yang mengandung garam. Bila orang berlutut sambil menempelkan telinganya ke sumber mata air itu dan mendengar suara gemuruh lautan, jangan berlayar hari itu sebab badai akan mengamuk dan gelombang akan menelan setiap kapal yang berlayar di laut.

(Di masa-masa awal itu, semua dewa Olympos sedang memilih-milih kota di Yunani yang dikhususkan untuk menghormati satu dewa saja dan sebagai gantinya sang dewa akan melindungi kota tersebut. Contohnya, Aegina adalah kota kesayangan Zeus, Argos dilindungi oleh Hera atau Delphi yang memuja Apollo-pen.)

Saat Poseidon pergi, tiba-tiba muncul Athena di hadapan Kekrops. Sang dewi kebijaksanaan ini juga meminta Kekrops menamai kota itu dengan nama Athena dan dijanjikan kota yang akan menyandang nama sang dewi akan tumbuh menjadi pusat keindahan, kesenian, kesusastraan dan ilmu pengetahuan. Athena memukul batu dengan lembingnya dan muncullah pohon zaitun yang ranting-rantingnya sarat buah. Selain buahnya bisa dimakan dan minyaknya bisa digunakan untuk penerangan, ranting-ranting pohon ini akan menjadi lambang perdamaian untuk seluruh umat manusia.

Kekrops sangat gembira menerima hadiah dari sang dewi. Ia sangat menginginkan kota yang dibangunnya menjadi pusat kebudayaan dunia, tetapi Poseidon telah datang lebih dulu. Kekrops tidak bisa memutuskan nama apa yang ia akan pilih untuk kotanya: Poseidonia atau Athena?

Tiba-tiba Poseidon muncul kembali dan dengan trisulanya mencoba menghancurkan pohon zaitun Athena, tetapi Athena tidak tinggal diam. Ia meraih lembingnya dan menghalangi langkah sang penguasa lautan. Sikap berani Athena ini sangat melukai harga diri Poseidon dan ia menantang Athena untuk bertarung dengannya, satu lawan satu. Poseidon mengacungkan trisulanya yang menakutkan dan Athena mengarahkan lembing panjangnya yang gemerlapan, saling berhadap-hadapan.

Kedua dewa Olympos ini sudah akan saling menyerang saat tiba-tiba Zeus muncul di hadapan mereka berdua dan menengahi pertikaian di antara keduanya. Zeus sebenarnya ingin menghadiahkan kota itu untuk putri kesayangannya tetapi Poseidon yang pemarah tidak bisa dianggap remeh. Maka Zeus mengumpulkan semua dewa Olympos dan memutuskan masalah ini diselesaikan dengan cara pengambilan suara.



Satu persatu dewa Olympos lalu memberikan suaranya, apakah kota itu dihadiahkan untuk Poseidon atau Athena. Hasil akhirnya, semua dewi (Hera, Aphrodite, Demeter, Artemis dan Hestia) memberikan suaranya untuk Athena dan semua dewa memberikan suaranya untuk Poseidon (Hephaistos, Ares, Apollo dan Hermes). Karena Zeus tidak memilih, maka Athena menang dengan satu suara dan kota baru itu diberi nama Athena.

Ketika mengetahui dirinya kalah, Poseidon mengamuk. Ia mengaduk-aduk lautan dan menciptakan gelombang setinggi gunung untuk membanjiri daratan kota itu. Warga yang ketakutan bertanya kepada orakel apa yang harus mereka lakukan untuk menghentikan amarah Poseidon.



Jawaban orakel adalah seluruh wanita Athena harus melepaskan perannya sebagai pemimpin suku atau kepala keluarga dan anak-anaknya tidak boleh menyertakan nama ibunya di belakang namanya. Dan sejak saat itu, zaman dimana pemimpin keluarga adalah wanita lenyap sudah, digantikan oleh kaum laki-laki. Demikian juga, setiap anak mulai saat itu menyandang nama ayahnya bukan nama ibunya. Semua ini terjadi pada masa yang amat lampau, mungkin pada masa dimana kota Athena baru didirikan.

Setelah amarah Poseidon reda, penduduk Athena membangun sebuah kuil indah untuk menghormati Poseidon di tanjung Sainion, Athena. Sampai saat inipun di Akropolis masih terdapat mata air yang konon adalah mata air yang diciptakan Poseidon saat trisulanya dipukulkan ke tanah, dan saat kita mendekatkan telinga kita ke mata air tersebut, lamat-lamat akan terdengar suara gemuruh seperti suara badai di laut.

Demikian pula, pohon zaitun pemberian Athena masih bisa dilihat di Akropolis sampai sekarang, walaupun yang saat ini berdiri adalah pohon zaitun yang sudah ditanam berulangkali.

Konon, menurut Pausinias dalam tulisannya di Description of Greece, saat tentara Persia menyerbu dan membumihanguskan kota Athena, pohon zaitun itu ikut terbakar habis tetapi pada hari yang sama secara ajaib pohon zaitun itu tumbuh kembali mencapai tinggi 2 cubit/pekhys (kurang lebih 1 meter)

Prayudi~Greek mythology reteller
achilles79.multiply.com

ATHENA: Kisah mengenai sang dewi kebijaksanaan (1)



“Hamba mulai syair tentang Pallas Athena, dewi yang gemilang, bermata jernih, berdaya cipta, berhati lurus, murni perawan, penyelamat kota, pemberani, Tritogeneia. “ *)

I. Kelahiran Athena, dewi bermata abu-abu

Suatu hari, saat Zeus sedang bertakhta di Olympos yang agung, Bunda Bumi datang kepadanya dan meramalkan:

“Dengarkan aku, Zeus sang Pelempar Halilintar. Kau telah melakukan kesalahan besar dan nasib buruk telah menantimu. Kau seharusnya tidak menikahi Metis, putri Okeanos yang berambut putih, walaupun ia sangat bijaksana. Kau akan mempunyai dua anak dari dewi laut itu. Yang pertama, Athena, yang akan menjadi dewi yang bijak, kuat, cantik dan penuh kasih. Tetapi kemudian akan lahir anak laki-laki yang akan melebihi kekuatanmu sendiri dan menentang para dewa. Perangainya berbeda dari Athena yang menuruti kehendakmu. Dan bila itu terjadi, kesengsaraan akan menimpamu, Putra Kronos! Kau akan dilemparkan dari puncak Olympos yang mulia ke dalam jurang Tartaros yang menganga, dan dari istanamu yang megah ke penjara bawah tanah yang gulita. Sementara penguasa dunia yang baru duduk di atas singgasanamu, kau akan terbelenggu rantai yang berat, tanpa harapan akan bebas.”

Tanpa membuang waktu, Zeus menemui Metis. Tanpa berkata apa-apa sang penguasa dunia menidurkan sang dewi dengan kata-kata manis. Lalu agar putra yang ditakutinya itu tidak akan pernah lahir, Zeus memeluk Metis dan memasukkannya ke dalam tubuhnya sendiri.

Dengan melakukan persatuan ini, Zeus berhasil menghindari nasib buruknya, tetapi hal-hal aneh mulai terjadi pada tubuhnya. Memang sudah waktunya bagi Metis untuk melahirkan putrinya.

Dan Zeus merasakan sakit kepala yang amat hebat. Dalam keputus asaannya karena tidak mampu menyembuhkan rasa sakit itu, Zeus memanggil Hephaistos dan memerintahkannya untuk membelah kepalanya. Hephaistos mengangkat palu godamnya yang berat dan mengayunkannya ke atas kepala ayahnya dan cahaya yang menyilaukan menerangi seluruh Olympos. Dari kepala Zeus muncul Athena.



“Dari kepala bijak Zeus lahirlah sang dewi dengan pakaian perang gemerlap keemasan yang mempesona semua dewa yang menatapnya. Athena muncul secepat kilat dari kepala sang dewa dan berdiri dengan lembing terhunus di hadapan Zeus yang menjaga aegis: Olympos yang agung berguncang dahsyat akibat kekuatan sang dewi bermata abu-abu itu, dan Bumi berputar penuh kengerian, dan lautan bergejolak menghempaskan ombaknya, buih-buih ombak sekonyong-konyong berletupan: Putra Hyperion yang cemerlang (sang Matahari) menghentikan kereta yang ditarik kuda-kuda abadinya sesaat lamanya, sampai kemudian Pallas Athena yang perawan melepaskan pakaian perangnya dari bahunya yang mulia. Dan Zeus pun gembira menyambutnya.” *)

Seluruh dewa Olympus menyambut hangat kelahiran dewi Athena dan Zeus memeluknya dengan suka cita. Walaupun Athena lahir dengan mengenakan pakaian perang lengkap, tetapi ia tidak ingin menggunakan senjata-senjatanya dan membenci peperangan. Namun ketika bahaya mengancam sang dewi tidak segan-segan untuk bertempur membela manusia yang mencintai seni dan peradaban. Karena itulah ia disebut juga dengan nama Athena Nike, Yang selalu menang, karena tidak ada pertempuran yang tidak pernah Athena menangkan. Memang selalu demikian, saat dibutuhkan, yang pertama kali terjun ke medan perang adalah yang paling mencintai perdamaian.

Prayudi~Greek mythology reteller

Note:

*Homeric Hymns 39 to Athena (Greek epic 8th-4th BC)

Menelaos & Yannis Stephanides (Indonesian trans.)

achilles79.multiply.com

Senin, 09 April 2012

Kaineus-Pahlawan Kentauromakhia



Kaineus adalah pahlawan dari suku Lapith yang terkenal. Kaineus pada awalnya adalah seorang perempuan bernama Kaenis yang disukai oleh Poseidon. Kaenis membiarkan tubuhnya dinikmati oleh Poseidon dengan syarat Poseidon mengubahnya menjadi seorang lelaki yang jago bertempur dan kebal terhadap senjata. Kaenis ingin berubah menjadi lelaki supaya tidak mudah diperkosa lagi. Setelah menjadi pria, Kaenis berganti nama menjadi Kaineus.
Dalam Kentauromakhia, Kaineus mengalahkan banyak kentaur sampai akhirnya dia dihantam dengan batu besar dan batang pohon besar oleh para kentaur. Kaineus pun terjatuh menembus bumi sampai dunia bawah dan muncul kembali sebagai seekor burung.

Kentauromakhia
Yaitu peperangan suku Lapith melawan bangsa Kentaur. Awalnya suku Lapith dan Kentaur berasal dari satu ayah yaitu Iksion yang berputrakan Laphithos yang menjadi leluhur bangsa Lapith dan kentauros yang menjadi leluhur bangsa Kentaur. Suatu ketika, Pirithous Raja Lapith mengundang para kentaur untuk menghadiri pesta pernikahannya. Di sana mereka disuguhi dengan minuman anggur yang membuat sifat liar mereka muncul. Ketika Hippodameia, sang mempelai wanita, muncul di depan hadirin, kentaur Eurition melompat dan berusaha memperkosanya. Serentak, para kentaur yang lain mengikuti ulah Eurition. Masing-masing kentaur mencoba memperkosa perempuan yang ada di pesta tersebut. Orang-orang Lapith tidak tinggal diam dan melawan para kentaur. Akibatnya terjadilah pertempuran antara ras kentaur dengan suku Lapith yang berakhir dengan kekalahan para Kentaur

Ilustrated by: Wang'ZW (Do not copy without my permission)

Minggu, 08 April 2012

Vimana-Kendaraan Terbang Kuno dari Tanah India



Wilmana (Dewanagari: विमान; IAST: vimāna) atau Walimana, dalam susastra Hindu, adalah nama sejenis wahana yang dapat terbang di angkasa. Keberadaan wahana terbang itu disebut dalam kitab Ramayana dan Mahabharata, dua susastra Hindu yang terkenal. Selain itu, disebutkan pula dalam susastra Jaina.


Ukiran di gua Ellora, menampilkan wilmana sebagai wahana seperti paviliun bersayap.

Dalam bahasa Indonesia, "wilmana" atau "walimana" berarti kendaraan dewa yang berupa burung besar. Dalam bahasa Bali, "wilmana" merujuk kepada singasana berupa raksasa bersayap. Maka dari itu, di Indonesia, wilmana atau walimana digambarkan sebagai sosok makhluk bersayap, entah burung atau raksasa. Susastra India Kuno mendeskripsikan wilmana sebagai wahana (kapal) terbang, berbentuk bundar atau silinder, dibuat dari besi, raksa, tembaga, dan timbal. Legenda India mengatakan bahwa wilmana mampu mengeluarkan misil dan petir yang dahsyat.


Wayang wilmana bergaya Surakarta. Dalam pewayangan, wilmana digambarkan sebagai raksasa bersayap.

Dalam kitab-kitab Purana Hindu disebutkan bahwa para dewa memiliki wahana masing-masing, biasanya merupakan hewan atau kereta yang ditarik oleh hewan. Kuwera sang dewa kekayaan, memiliki wilmana, yaitu wahana terbang yang berbeda dengan wahana para dewa pada umumnya, dan benda itu diperolehnya dari dewa Brahma. Wimana tersebut diberi nama Puspaka. Dalam Ramayana disebutkan:
"Kereta Puspaka yang menyerupai sang surya dan dimiliki oleh saudaraku dibawa oleh Rahwana yang perkasa; kereta udara yang bagus tersebut mampu pergi kemana pun sesuka hati .... kereta itu bagaikan awan gemilang di langit ... dan sang raja (Rama) memasukinya, dan kereta mulia tersebut berada di bawah kendali sang Raghira, naik menuju lapisan langit yang lebih tinggi".

Menurut kitab Ramayana dan Purana, wilmana Puspaka yang dimiliki Kuwera direbut oleh Rahwana, setelah kekuasaan Kuwera direbut oleh Rahwana. Kemudian Rahwana menjadi Raja Alengka. Karena Rahwana menculik Sita, kerajaan Alengka yang dipimpin Rahwana diserbu oleh Rama dan Laksmana dari Ayodhya dengan bantuan para wanara (manusia kera). Setelah Rahwana dikalahkan oleh Rama, wilmana dipakai sebagai kendaraan untuk mengangkut Rama, Sita, Laksmana, dan para wanara (tentara kera) dari Alengka ke Ayodhya.

Dalam agama Jaina (Jainisme), Vimāna-vāsin ('penghuni dalam vimāna') adalah golongan para dewa yang melayani tīrthaṃkara Mahā-vīra. Para dewa Vaimānika ini tinggal di surga Ūrdhva Loka. Menurut Kalpa Sūtra dari Bhadra-bāhu, tīrthaṃkara ke-24, yaitu Mahā-vīra sendiri muncul dari vimāna Puṣpa-uttara ; sedangkan tīrthaṃkara ke-22, Ariṣṭa-nemi muncul dari vimāna Aparijita. Tīrthaṃkara Abhinandana (ke-4) dan Sumati-nātha (ke-5) sama-sama mengarungi langit dengan "Jayanta-vimāna", yakni vimāna Sarva-artha-siddhi, yang dimiliki oleh para dewa Jayanta; sedangkan tīrthaṃkara Dharma-nātha (ke-15) mengarungi langit dengan "Vijaya-vimāna". Sebuah vimāna mungkin dapat terlihat dalam mimpi, misalnya nalinī-gulma.

David Hatcher Childress, penulis The Anti-Gravity Handbook, meneliti legenda tentang suatu wahana terbang pada masa India Kuno, yang disebut wilmana. Ia mendapat kesimpulan setelah meneliti legenda Kerajaan Rama. Dalam bukunya, ia menulis sebagai berikut:
Yang disebut 'Kemaharajaan Rama' di India Utara dan Pakistan berkembang sekitar 15.000 tahun yang lalu di Anakbenua India dan merupakan sebuah negara dengan banyak kota besar, dan canggih, banyak di antaranya bisa ditemukan di gurun-gurun di Pakistan, sebelah utara, dan India Barat. Keberadaan Rama, ternyata, berhubungan dengan peradaban Atlantis di tengah Samudra Atlantik, dan dipimpin oleh 'Pendeta-Raja yang Tercerahkan' yang menguasai kota-kota. Tujuh ibukota terbesar Rama dikenal dalam susastra Hindu sebagai 'Tujuh Kota Resi'. Menurut sastra India Kuno, rakyatnya memiliki mesin terbang yang disebut 'wilmana'. Wiracarita India Kuno mendeskripsikan wilmana memiliki dua geladak, berbentuk bundar dengan tingkapan dan kubah, seperti bayangan kita akan piring terbang. Benda itu terbang dengan "kecepatan angin" dan menghasilkan 'suara yang merdu'. Kurang lebih ada empat macam wilmana; beberapa berbentuk seperti piring, yang lain seperti silinder panjang ('kapal berbentuk cerutu').

Dalam bukunya, Childress menyatakan bahwa beberapa tahun yang lalu orang Cina menemukan dokumen kuno di Lhasa, Tibet dan mengirimnya ke Universitas Chandrigarh untuk diterjemahkan. Dr. Ruth Reyna dari Universitas tersebut mengatakan bahwa dokumen tersebut memuat cara-cara merakit pesawat ruang angkasa. Dia mengatakan, metode untuk menggerakkannya adalah metode "anti-gravitasi" yang disamakan dengan "laghima". Menurut para yogi (praktisi yoga) Hindu, "laghima" itu membuat seseorang bisa melayang.

Pertemuan bertajuk "Sains dan Teknologi pada zaman India Kuno" diselenggarakan bulan Desember 1990 di B.M. Birla Science Center di Hyderabad, A.P., India. Banyak topik tentang ilmu penerbangan India Kuno yang didiskusikan. Vaimanika Prakaranam dalam Vimana Vignana menguraikan instrumen seperti Guha Garbha Darsha Yantra mampu mengetahui lokasi objek yang tersembunyi di bawah tanah. Sebuah semikonduktor berbahan ferit yang bernama Chumbaka meradiasikan sinyal gelombang mikro dan mendeteksi objek tersembunyi.

Seorang ufolog Italia, Roberto Pinotti mempresentasikan makalah berjudul 'Aeronautics in ancient India' dalam World Space Conference yang diselenggarakan di Bangalore. Ia berkata kepada para hadirin dalam konferensi itu bahwa wahana terbang tersebut (Wimana) mirip dengan pesawat terbang bertenaga jet. Ia yakin bahwa benda tersebut menunjukkan adanya desain yang sangat kompleks dan dibuat oleh orang yang sangat ahli. Sedangkan Dileep Kumar Kanjilal dalam Vimana in Ancient India : Aeroplanes Or Flying Machines in Ancient India (1985) mengatakan adanya dorongan pendorong ion.

Dalam budaya populer

Wimana muncul dalam buku, film, internet dan permainan, antara lain:

-Vimanarama karya Grant Morrison menampilkan Wimana.
-Vimana adalah arcade game dari Toaplan dimana kapal pemain mendapat nama tersebut.
-Sistem dorongan antarbintang yang disebut "Kemudi Wimana" digunakan dalam permainan eksplorasi luar angkasa berjudul Noctis.
-Etnica merilis 'Vimana' tahun 1997 dengan contoh yang diambil dari film Roswell, mengacu kepada UFO dan kehidupan mahluk asing.
-Dalam Fate/zero, Archer memiliki Wimana bertenaga nuklir dalam arsenalnya.
-Dalam The Objective, pasukan khusus AS, ODA mencari Wimana di Afghanistan.
-Dalam permainan Deep Labyrinth, labirin disebut Wimana oleh penjaganya.

Diambil dari :
wikipedia